SANGEANG MELETUS: Penerbangan ke Kupang Dibuka Kembali

alur penerbangan dari dan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui Bandara El Tari kembali dibuka menyusul membaiknya cuaca, setelah sebelumnya terganggu hembusan abu vulkanik letusan Gunung Sangeangapi di Kabupaten Bima, NTB pada Jumat (30/5/2014).
News Editor | 02 Juni 2014 12:06 WIB
Pesawat Citilink mengudara. Penerbangan ke kupang dibuka kembali - Aviationcorner

Bisnis.com, JAKARTA--Jalur penerbangan dari dan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui Bandara El Tari kembali dibuka menyusul membaiknya cuaca, setelah sebelumnya terganggu hembusan abu vulkanik letusan Gunung Sangeangapi di Kabupaten Bima, NTB pada Jumat (30/5/2014).

"Setelah sehari sebelumnya, pada Minggu (1/6/2014) banyak penerbangan ditutup, hari ini sudah bisa normal kembali," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Imam Pramono di Kupang, Senin (2/6/2014).

Dia menjelaskan  penerbangan kembali normal, dengan mendaratnya maskapai Bati Air, dengan rute penerbangan Jakarta-Kupang pada pukul 06.00 Wita dan melanjutkan penerbangan balik ke Jakarta pada pukul 08.00 Wita.

Hal itu, katanya, juga diikuti oleh penerbangan lainnya, dengan sejumlah maskapai yang ada, baik ke pulau Jawa (Jakarta dan Surabaya) tetapi juga ke sejumlah daerah perintis di dalam wilayah provinsi kepuluan ini.

"Kita berharap cuaca sudah benar-benar normal, sehingga tidak lagi terjadi pembatalan penerbangan, yang akan merugikan konsumen,"  paparnya.

Menurut Imam Pramono, pada Minggu pesawat yang tidak bisa melayani penerbangan dari dan ke Bandara El Tari bukan saja pesawat dari Jakarta, Surabaya dan Denpasar, tetapi juga penerbangan lokal perintis yang melayani daerah di NTT, oleh sejumlah maskapai seperti Susi Air dan TransNusa.

"Kedua armada itu melayani rute ke pulau Sumba dan Flores, juga kemarin batal terbang. Ada sedikitnya 25 penerbangan yang dibatalkan pada hari Minggu kemarin," katanya.

Terhadap kerugian yang dialami oleh perusahaan yang khusus mengelola bandara bertipe nasional dan internasional itu, Imam mengaku, tidak terlampau memperhitungkannya.

Angkasa Pura, lanjutnya, hanya berpikir bagaimana masyarakat pelanggan, bisa dilayani secara baik dan paripurna atau tidak, sehingga bisa terpenuhi sejumlah kepentingannya, menggunakan fasilitas penerbangan ini.

"Kita tidak melihat dari segi keuntungan dan kerugian untuk perusahan Angkasa Pura maupun maskapai penerbangannya. Kerugian itu justru dilihatnya adalah penumpang yang tidak bisa melakukan penerbangan kemarin," pungkasnya. (Antara)

Sumber : Newswire

Tag : gunung sangeang
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top