Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modal Masuk Meningkat, Referensi Yuan Dipaksa Turun

Pemerintah China menetapkan tingkat referensi yuan ke level terendah selama 7 bulan menyusul data ekonomi yang mengindikasikan kenaikan arus modal masuk.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 21 April 2014  |  18:15 WIB
  Mata uang Yuan. Kurs dipaksa turun karena aliran modal asing meningkat - Reuters
Mata uang Yuan. Kurs dipaksa turun karena aliran modal asing meningkat - Reuters

Bisnis.com, SINGAPURA—Pemerintah China menetapkan tingkat referensi yuan ke level terendah selama 7 bulan menyusul data ekonomi yang mengindikasikan kenaikan arus modal masuk.

People Bank of China (PBOC) memangkas referensi yuan 0.01% menjadi 6,16 per dollar pada Senin (21/4), tingkat referensi terendah sejak 11 September 2014.

Posisi yuan di beberapa lembaga keuangan China tercatat terakumulasi dari penjualan mata uang uang, acuan arus modal masuk, meningkat 189,2 miliar (US$30,4 miliar) pada Maret, mengikuti kenaikan US$128,2 miliar pada Februari tahun ini.

“Jika kita tidak memperhitungkan neraca perdagangan dan arus modal langsung asing [foreign direct investment/FDI], maka estimasi arus modal yang masuk mencapai US$10,5 miliar,” kata Khoon Goh, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Singapura, Senin (21/4/2014).

Goh menambahkan referensi yuang saat ini belum banyak mengalami perubahan sehingga dirinya memperkirakan pemerintah memang berkeinginan menjaga nilai referensi yuan di level rendah.

China Foreign Exchange Trading System menyebutkan yuan diperdagangkan 6,22 per dollar pada pukul 10.21 a.m di Shanghai, terkoreksi dari 6,22 pada pekan yang lalu. Tingkat referensi saat ini selisih 1% lebih rendah dari perbaikan PBOC yaitu di kisaran 2% batas perdagangan harian.

Yuan melemah 2,7% pada tahun ini, mencatat kinerja terburuk di antara 11 mata uang yang sering digunakan dalam perdagangan internasional. (Newswire)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data ekonomi china

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top