Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganjar Pranowo Setujui Revitalisasi Jalur KA Tawang-Tanjung Emas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui revitalisasi jalur kereta api Stasiun Tawang-Tanjung Emas Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman realisasi aktivasi bersama PT KAI, Dirjen Kementrian Perhubungan dan PT Pelindo III.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 21 Maret 2014  |  18:32 WIB
Ganjar Pranowo Setujui Revitalisasi Jalur KA Tawang-Tanjung Emas
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui revitalisasi jalur kereta api Stasiun Tawang-Tanjung Emas Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman realisasi aktivasi bersama PT KAI, Dirjen Kementrian Perhubungan dan PT Pelindo III.

Gubernur juga berharap sejumlah jalur KA di Jateng yang tidak aktif akan kembali difungsikan untuk mendukung distribusi barang dan mengurai kemacetan jalan raya terutama di dekat kawasan industri.

“Jalul KA dari lokasi industri memang belum ada, tetapi minimal mendorong pemanfaatan kereta untuk angkutan barang sehingga jalan raya akan relatif lebih terawat karena tidak diikuti beban tonase berlebihan,” paparnya, Jumat (21/3/2014).

Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengupayakan reaktivasi sejumlah jalur termasuk di wilayah Jateng seperti jalur Kedungjati – Tuntang dan Solo - Wonogiri yang segera dioperasikan bulan ini.

“Khusus aktivasi KA ke palabuhan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas distribusi logistik dan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa angkutan logistik dan pelabuhan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan reaktivasi jalur KA itu ada dalam rencana induk pelabuhan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18/2013.

“Pelabuhan Tanjung Emas itu pintu gerbang keluar masuknya arus perdagangan di Jawa Tengah, jalur kereta api sudah ada tetapi karena ada peninggian jalan dan gangguan rob lama tidak dimanfaatkan,” tuturnya.

Program reaktivasi jalur itu, ujarnya lebih lanjut dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan menunjang percepatan pengiriman barang serta mengurangi penumpukan yang terlalu lama dari dan ke Pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top