Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abu Gunung Kelud Bisa Picu Asma, Begini Prosesnya

Bisnis.com, JAKARTA - Selain mengancam mata, abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud bisa menginfeksi para-paru dan memicu terjadinya asma.nn
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 17 Februari 2014  |  10:14 WIB
Abu Gunung Kelud Bisa Picu Asma, Begini Prosesnya
Sejumlah atap rumah rusak tertimpa abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Kelud di Desa Ngantang, Malang, Jawa Timur, Minggu (16/2/2014). - Antara/Sahlan Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Paparan abu vulkanik kepada anak-anak menjadi hal yang patut diperhatikan para orang tua.

Selain mengancam mata, abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud bisa menginfeksi para-paru dan memicu terjadinya asma.

Dokter Marissa T.S. Pudjiadi, Spesialis Penyakit Anak dari RS Premier Jatinegara Jakarta, mengatakan yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah menghindari paparan abu vulkanik ini, termasuk pada anak-anak.

Keluarga dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bagi anak-anak, usahakan keluar rumah seminimal mungkin. Bila harus keluar gunakan masker.

“Bila terkena mata dibilas dengan air mengalir sebanyak mungkin. Jika abu sudah menginfeksi paru-paru, atau memacu terjadinya asma, sebaiknya mencari pertolongan ke dokter terdekat,” kata Marissa saat dihubungi di Jakarta, Senin, (17/2/2014).

Di tempat pengungsian, tambahnya, warga selain harus tetap menghindari abu vulkanik, sebisa mungkin minimalkan papararnya dengan tetap menggunakan masker.

Waspada terhadap berbagai gejala yang timbul. Bila muncul gejala, segera cari pertolongan medis.

Dia menuturkan, di dalam abu vulkanik terkandung berbagai partikel debu sampai kerikil, termasuk juga logam, dan berbagai zat yang ada di dalam perut bumi.

Partikelnya juga bervariasi dalam ukuran.

Bagi yang terkena abu dalam radius dekat mungkin merasakan dampak batu-batuan yang lebih besar, dan abu yang sangat pekat.

Namun bagi yang berada dalam radius lebih jauh, partikel batu-batuannya lebih kecil, dan abu yang tidak terlalu pekat.

Tentunya abu vulkanik ini berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bagian tubuh yang paling terpengaruh dari abu vulkanik adalah sistem pernapasan, karena sistem pernapasan manusia tidak dirancang untuk memfilter abu vulkanik.

Bila abu yang pekat terhisap dan masuk ke paru-paru, abu vulkanik akan mengiritasi saluran napas, dan menyebabkan infeksi salauran pernapasan akut (ISPA), infeksi saluran napas bawah, sampai sesak napas yang berat.

“Selain itu pada anak atau orang dewasa yang sensitif dan memiliki asma, abu tersebut juga dapat memacu timbulnya asma. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata,” ungkap Marissa. (Bisnis.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan debu vulkanik gunung meletus
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top