Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Penduduk Sudah 'Lampu Merah'

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi dinilai sudah mengkhawatirkan dan diibaratkan sebagai 'lampu merah'.

Bisnis.com, JAKARTA--Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi dinilai sudah mengkhawatirkan dan diibaratkan sebagai 'lampu merah'.

"Perlu segera menurunkan laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran," kata Menko Kesra Agung Laksono usai membuka Rakernas Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga 2014, Rabu (12/2/2014).

Pencapaian indikator program kependudukan dan KB, lanjutnya seperti dikutip Antara, tidak banyak berubah selama 10 tahun terakhir.

Bila kondisi stagnasi ini terus terjadi, dikhawatirkan jumlah penduduk Indonesia akan bertambah melebihi dari yang sudah diproyeksikan.

Agung menjelaskan, berdasarkan buku tentang Proyeksi Kependudukan Indonesa tahun 2010-2035 diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh dari 237,6 juta jiwa sebagaimana dilaporkan sensus penduduk tahun 2010 menjadi 271,1 juta jiwa pada tahun 2020 dan 305,6 juta pada 2035.

Indonesia diperkirakan menempati peringkat kelima di dunia setelah China, India, Amerika Serikat dan Nigeria.

Karena itu, melalui Rakernas Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga Tahun 2014 dia mengharapkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk dapat bekerja lebih baik dan lebih fokus guna menurunkan laju pertumbuhan penduduk.

"Gunakan rakernas ini sebagai bagian dari siklus perencanaan manajemen program dan peletak dasar arah kebijakan dan kegiatan tahun ini serta masa yang akan datang," katanya.

Hasil perencanaan program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga tersebut, tambah dia, akan sangat strategis untuk disinergikan dengan proses perencanaan pembangunan wilayah dan sektoral secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal menambahkan BKKBN perlu mendapatkan dukungan lintas sektor untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk yang saat ini mencapai 1,49 persen per tahun.

BKKBN memerlukan kerja sama dan kolaborasi dengan para stakeholder dan mitra kerja dalam upaya mencapai sasaran-sasaran di atas. Sejumlah lembaga pemerintah, LSM, swasta, dan organisasi profesi selama ini telah menjadi stakeholder dan mitra kerja BKKBN dalam melaksanakan Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga.

Karena itu, Rakernas 2014 menjadi ajang dan momentum yang tepat bagi BKKBN para stakeholder serta mitra kerjanya untuk memperbaharui komitmen bersama dalam mempercepat program yang ada.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rustam Agus
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper