Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Baru Imlek 2014, Jiaozi alias Pangsit jadi Santapan Istimewa di China

Hari raya Imlek, seperti halnya perayaan hari besar keagamaan dan hari libur lainnya, aneka hidangan kuliner khusus disajikan untuk perayaan Tahun Baru China ini
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Februari 2014  |  10:57 WIB
Ibadah Jelang Tahun Baru Imlek - Antara
Ibadah Jelang Tahun Baru Imlek - Antara

Bisnis.com, BEIJING - Hari raya Imlek, seperti halnya perayaan hari besar keagamaan dan hari libur lainnya, aneka hidangan kuliner khusus disajikan untuk perayaan Tahun Baru China ini.

Di beberapa kota di wilayah utara China, termasuk Beijing, masyarakat menyajikan dumpling atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan pangsit.

Dumpling yang oleh masyarakat China di wilayah utara termasuk Beijing, disebut "jiaozi", biasanya berisi daging cincang dan sayuran yang dipotong rapi lalu dibungkus dengan adonan pangsit yang dibuat tipis dan elastis sebagai kulitnya.

Daging yang umum digunakan sebagai isi "jiaozi" adalah daging babi, sapi, ayam, udang, dan bahkan ikan. Bahan campuran yang populer digunakan adalah kubis China, potongan bawang putih, sayuran, daun bawang, dan telur orak-arik.

Campuran bahan yang digunakan sebagai isi makanan yang sudah dikenal sejak 1.600 tahun silam itu, tergantung pada selera dan daerah masing-masing.

"Jioazi" biasanya direbus atau dikukus dan menjadi hidangan tradisional yang dinikmati pada Malam Tahun Baru China serta acara reuni keluarga atau kerabat, selama perayaan Tahun Baru China yang juga menandai datangnya musim semi.

Tak heran jika "jiaozi" juga menjadi makanan wajib pada setiap kegiatan festival musim semi di China, khususnya di wilayah utara.

Makanan "jiaozi" biasanya dinikmati dengan saus yang terbuat dari cuka dan minyak cabai atau cabai pasta, dan terkadang ditambahkan kecap.

"Jiaozi" melambangkan keberkahan, dan kadang masyarakat China memasukkan koin pada makanan tersebut. Siapa yang menemukan koin saat memakannya, yang bersangkutan akan dikaruniai keberuntungan di sepanjang tahun yang baru.

"Karenanya anak saya selalu berhati-hati, saat memakan 'jiaozi'...siapa tahu ada koin keberuntungan didalamnya," kata Li Yu.

Sementara itu media setempat menyebutkan di Provinsi Hunan, pangsit dibuat dari tepung beras dan dibentuk bola kecil yang dimakan bersama kuah.

Wu Lili mengemukakan pangsit berbentuk bola-bola kecil itu juga berisi daging dan sayuran yang diberi bumbu.

Masyarakat Hunan menyantapnya selama festival musim semi yang juga menandai kedatangan tahun baru. Makanan itu melambangkan kebersamaan dan saling melengkapi.

Disajikan pula ikan goreng. Dalam bahasa China pengucapan kata "ikan" sama dengan kata "surplus", maka memakan ikan dalam perayaan Tahun Baru China, menjadi wajib dengan harapan membawa keuntungan di tahun yang baru.

Sementara itu masyarakat di Nanjing, Provinsi Jiangsu di wilayah Timur China lebih suka menyajikan lumpia yang berisi daging babi dan sayuran.

Lumpia dipercaya melambangkan segala harapan yang baik di tahun yang baru.

Disajikan pula kue beras yang berisi gula dan kacang, yang melambangkan peningkatan kualitas hidup di tahun baru.

Berbeda dengan wilayah utara dan timur, masyarakat di wilayah selatan seperti di Provinsi Guangdong, lebih suka menyajikan aneka kuliner dengan daging ayam.

"Kurang lengkap tahun baru, dan festival musim semi tanpa ayam. Kami tahu ada wabah flu burung, tapi kami yakin dengan memasaknya secara benar, maka kami terhindar dari penyakit itu," tutur Liu Shunxing.

Ia menegaskan,"pokoknya harus ada daging ayam, apapun yang terjadi,".

Sementara masyarakat di wilayah barat laut China, masyarakat hanya menyajikan "mantou" atau dikenal sebagai bapao di Indonesia.

Zhan Zixing warga Provinisi Shaanxi mengatakan, "kami biasanya membuat mantou dengan anek bentuk menarik,".


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Imlek 2014
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top