Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Bencana Ekologis Meningkat Tajam

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melansir data frekuensi bencana ekologis yang terjadi di Indonesia pada 2013 sebanyak 220an kasus, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 127 kasus.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 15 Januari 2014  |  19:20 WIB
Waspada, Bencana Ekologis Meningkat Tajam

Bisnis.com, JAKARTA—Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melansir data frekuensi bencana ekologis yang terjadi di Indonesia pada 2013 sebanyak 220-an kasus, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 127 kasus.

Walhi juga mencatat, frekuensi banjir dan longsor juga mengalami peningkatan yang sangat tajam. Pada 2012, banjir dan longsor hanya terjadi 475 kali dengan korban jiwa sebanyak 125 orang, kemudian naik 293% pada 2013 menjadi 1.392 kali. 

Banjir dan tanah longsor itu tersebar di 6.727 desa/kelurahan di 2.787 kecamatan, 419 kabupaten/kota dan 34 propinsi dan menimbulkan korban jiwa sebesar 565 orang. 

“Provinsi yang paling sering tercatat, paling parah, adalah Jawa Barat dan Kalimantan Barat,” kata Direktur Eksekutif Walhi Abetnego Tarigan, Rabu (15/1/2014).

Abetnego menjelaskan, meningkatnya bencana ekologis itu dipicu oleh eksploitasi lahan yang tidak terkendali di tiga sektor, yaitu penanaman kelapa sawit, pertambangan, dan izin hutan tanaman industri (HTI) serta praktek-praktek ilegal dalam proses politik lokal.

Untuk menghambat peningkatan bencana ekologi di masa depan, lanjut Abetnego, pihaknya terus mengawasi dan mendokumentasi berbagai praktik buruk yang dilakukan oleh korporasi serta mendorong adanya Undang-Undang yang membahas tentang perubahan iklim.

Kemudian, tambahnya, terus mendorong agar aspek lingkungan bisa masuk menjadi isu krusial dalam putaran sistem politik nasional, lebih-lebih dengan akan diselenggarakannya pemilihan umum beberapa bulan lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir walhi tanah longsor
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top