Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Jaga Apresiasi Mata Uang, Inflasi Mengancam PDB

Bisnis.com, SINGAPURA - Bank sentral Singapura mempertahankan laju apresiasi mata uangnya, mengurungkan stimulus akibat risiko inflasi mengekang ruang lingkup untuk menghidupkan kembali ekonomi yang menyusut.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 14 Oktober 2013  |  08:11 WIB
Singapura Jaga Apresiasi Mata Uang, Inflasi Mengancam PDB
Bagikan

Bisnis.com, SINGAPURA - Bank sentral Singapura mempertahankan laju apresiasi mata uangnya, mengurungkan stimulus akibat risiko inflasi mengekang ruang lingkup untuk menghidupkan kembali ekonomi yang menyusut.

Departemen Perdagangan Singapura hari ini Senin (14/10/2013) menyatakan produk domestik bruto jatuh 1% dalam 3 bulan hingga September dari kuartal sebelumnya. Median dalam survei Bloomberg News dari 13 ekonom menunjukkan kontraksi 4%. Bank sentral , yang menggunakan dolar Singapura untuk mengelola inflasi, mengatakan akan mempertahankan apresiasi sederhana dan bertahap dari mata uangnya.

Singapura telah menolak pelonggaran moneter sejak Oktober 2011 karena pasar tenaga kerja yang ketat dan rekor harga rumah yang memicu tekanan inflasi.

Dana Moneter Internasional telah memangkas outlook global untuk tahun ini dan berikutnya sebagai akibat arus keluar modal menambah risiko pada pasar negara berkembang , dan pembuat kebijakan di seluruh dunia yang melihat resolusi pada kebuntuan kebijakan fiskal AS yang mengancam perekonomian dunia .

"Fokus dari kebijakan nilai tukar masih pada inflasi ketimbang pertumbuhan," kata Irvin Seah , ekonom DBS Group Holdings Ltd di Singapura, sebelum laporan tersebut dirilis. "Tekanan inflasi domestik tetap tinggi . Biaya usaha masih meningkat dan pasar tenaga kerja masih ketat."

Dolar Singapura sedikit berubah pada level Sin$ 1,2458 terhadap mitra dolar AS pada pukul 08:13 waktu setempat hari ini. Mata uang Singapura telah melemah sekitar 2% sepanjang tahun ini.

Otoritas Moneter Singapura telah diperkirakan oleh 19 dari 21 analis bahwa institusi itu akan menjaga sikap periode apresiasi "sederhana dan bertahap " dalam dolar Singapura dan menahan diri dari menyesuaikan band perdagangan hari ini. Pada review terakhir pada bulan April , ia terjebak dengan kebijakan yang memungkinkan keuntungan bertahap dolarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura' tekanan inflasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul-nonaktif
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top