Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Ditata Baik, Potensi Besar Wisata Sumbar Sia-sia

Bisnis.com, PADANG— Association of Indonesia Tour and Travel Agency (Asita) Sumbar mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap penataan objek wisata di daerah tersebut. Padahal potensi pariwisata Sumbar amat menjanjikan jika dikelola
News Writer
News Writer - Bisnis.com 06 Oktober 2013  |  17:32 WIB

Bisnis.com, PADANG— Association of Indonesia Tour and Travel Agency (Asita) Sumbar mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap penataan objek wisata di daerah tersebut. Padahal potensi pariwisata Sumbar amat menjanjikan jika dikelola secara serius.

Ian Hanafiah, Ketua Asita Sumbar, mengatakan sebagian besar objek wisata di Sumbar minim penataan dan terkesan dilakukan pembiaran oleh pemerintah daerah, terbukti dengan belum terjaganya kebersihan di sebagian besar objek wisata, serta masih banyaknya oknum yang melakukan pungutan liar di kawasan wisata.

“Penataan masih sangat kurang. Sebagian besar objek wisata masih belum bebas dari sampah, juga banyak pungutan liar. Pemerintah daerah harus fokus ke sana dulu. Oke lah, kalau infrastruktur kita masih banyak yang kurang, tetapi penataan harus jadi prioritas, agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (6/10/2013).

Dia mengatakan sebagai pelaku industri wisata, pihaknya tidak akan menjual destinasi wisata yang masih semrawut. Padahal, pekan depan, pemerintah menggelar Indonesia Tourism Mark and Expo (TIME) 2013 di Padang, yang menjadi ajang bertemunya buyer dan seller industri pariwisata dari seluruh dunia. Diperkirakan 80 buyer dari 30 negara hadir dalam kesempatan itu.      

“Persoalan Sumbar sekarang hanya penataan di objek wisata. Di luar itu, travel agent, transportasi, dan hotel sudah sangat memadai untuk menyambut wisatawan asing,” katanya. Ian meminta pemerintah daerah tegas menertibkan ‘oknum’ yang melakukan pungutan liar di kawasan objek wisata, serta memperhatikan kebersihan di kawasan wisata.

Pantauan Bisnis, beberapa objek wisata di Padang memang tampak tidak tertata dengan baik. Seperti pantai Air Manis yang terkenal dengan batu Malin Kundang misalnya, sampah masih berceceran di mana-mana. Belum lagi pungutan parkir yang diminta oleh ‘oknum’ di kawasan wisata yang memberatkan, serta kehadiran pengamen.

Kondisi serupa juga tampak di sepanjang Muara Pantai Padang yang selalu ramai setiap harinya. Bahkan jika hari libur, petugas parkir musiman biasa memungut ongkos parkir beberapa kali lipat dari tarif biasa yang hanya Rp5.000.

Perilaku masyarakat dan pembiaran yang dilakukan pemerintah kata Ian hanya akan memperburuk citra pariwisata Sumbar. Dia meminta momen TIME 2013 menjadi motivasi pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan itu.   

Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Sumbar Karnalis Kaharuddin mengatakan upaya penataan objek wisata sudah dilakukan pemerintah dengan perbaikan infrastruktur dan pembinaan kepada masyarakat.

“Tidak ada pembiaran, penataan oleh petugas terus dilakukan begitu juga dengan pembinaan kepada masyarakat setempat. Persoalannya, adalah mengubah karakter masyarakat, itu yang sulit. Tidak bisa langsung berubah, harus pelan-pelan dan bertahap,” katanya.

Dia juga meminta peran serta sektor swasta untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk mengembangkan industri pariwisata. Sebab, pemerintah sebutnya memiliki keterbatasan, baik dari segi dana maupun sumber daya di lapangan.  

Terkait pelaksanaan TIME 2013, pada Jumat-Senin (18-21/10), dia mengharapkan kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan mengembangkan pariwisata Sumbar, sehingga menjadi salah satu destinasi tujuan dunia. (Heri Faisal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asita pariwisata sumbar time 2013
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top