Volatilitas Global Agar Tidak Pengaruhi Stabilitas Asia Pasifik

Bisnis.com, JIMBARAN, Bali — Kekhawatiran akan dampak dari ketidakstabilan ekonomi global dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam rapat pembukaan forum APEC Business Advisory Council (ABAC) di Jimbaran, Rabu (2/10/2013).
Wike Dita Herlinda | 02 Oktober 2013 19:47 WIB

Bisnis.com, JIMBARAN, Bali — Kekhawatiran akan dampak dari ketidakstabilan ekonomi global dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam rapat pembukaan forum APEC Business Advisory Council (ABAC) di Jimbaran, Rabu (2/10/2013).

Chairman ABAC Wishnu Wardhana mengungkapkan agenda penanganan dampak situasi global menjadi titik tekan para pemimpin perusahaan dunia yang tergabung dalam koridor Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013.

“Jelang pertemuan dengan para pemimpin dunia dan CEO, dipahami adanya kekhawatiran dan kewaspadaan dari situasi global akhir-akhir ini yang tidak stabil. [Hal itu] memiliki dampak nyata untuk stabilitas keuangan kawasan, khususnya di bidang perdagangan dan investasi,” ujarnya.

Wishnu mengungkapkan 279 anggota ABAC yang terdaftar dalam pertemuan tersebut akan sibuk membahas program kerja tahun ini, sebelum bertemu dengan para pemimpin dunia pada penutupan pekan APEC, 7-8 Oktober.

“Kami meninjau kembali proposal dari ABAC China untuk program 2014. Kami akan bekerja secara efisien selama 3 hari ke depan, dan menyelesaikan pertemuan agar bisa ikut tiga agenda makan malam penting,” lanjutnya.

Sebelum rapat petinggi pengusaha swasta tersebut ditutup pada 5 Oktober, Wishnu mengatakan 68% peserta telah menunjukkan minat untuk menaikkan investasinya di kawasan APEC dalam beberapa tahun ke depan. Sepertiga diantaranya berniat mempertahankan nilai investasinya.

REKOMENDASI SWASTA

Selain itu, dia mejelaskan ABAC telah mengumpulkan berbagai rekomendasi kepada para pemimpin APEC, yang akan disampaikan pada Leaders Summit.

“Kami perlu mendorong para pemimpin APEC untuk tetap stick pada visi APEC, yaitu di bidang perdagangan dan investasi. Kami sudah memberi beberapa rekomendasi penting untuk meningkatkan Bali Chain dan memotong biaya dalam tali perdagangan,” jelasnya.

Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan konektivitas antarnegara APEC, sehingga integrasi bisnis dan masyarakat dalam perdagangan multilateral dapat lebih efektif.

Selain itu, ABAC akan memastikan para pengusaha kecil dapat memperoleh keuntungan dan menjadi bagian dari perkembangan regional dengan akses finansial dan teknologi yang semakin mudah.

“[Para CEO] sudah menghabiskan banyak waktu di APEC dan ABAC untuk membahas agenda, sehingga sektor swasta dapat berkontribusi terhadap investasi infrastruktur. Ini akan meningkatkan konektivitas dan menjadi bagian dari ekonomi,” ujar Wishnu.

Pada rapat tingkat menteri keuangan pekan sebelumnya, masukan-masukan ABAC telah mendapat dukungan penuh oleh ekonomi APEC. Para menteri keuangan telah menerima saran untuk membentuk Asia Pacific Forum, yang menekankan pada peran swasta.

Wishnu juga mengatakan para pemimpin APEC hendak menopang isu keamanan pangan dan energi, serta kontribusi sektor bisnis dalam jangka panjang. Dia mengatakan roadmap soal keamanan dan daya tahan pangan akan menjadi diskusi penting antara ABAC dan para pemimpin negara.

Tag : apec
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top