Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Suarakan Bali Package di APEC

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah RI akan berusaha keras membawa Paket Bali atau Bali Package dalam perundingan APEC untuk memuluskan isu tersebut dalam pertemuan WTO pada Desember 2013 di Bali.

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah RI akan berusaha keras membawa Paket Bali atau Bali Package dalam perundingan APEC untuk memuluskan isu tersebut dalam pertemuan WTO pada Desember 2013 di Bali.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan sebagai tuan rumah APEC dan WTO, RI akan berusaha mensukseskan kedua even besar tersebut. Diharapkan APEC bisa memberikan sinyal potitif bagi suksesnya WTO termasuk penerimaan terhadap Bali Package.

“Dalam hal ini formulasi dari Bali Package itu sendiri masih terus digodok dan dinegosiasikan sampai nanti finalnya pada Desember 2013,” kata Bayu kepada Bisnis, Senin (30/9/2013).

Bali Package yang akan dibawa ke forum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 WTO di Bali pada Desember terdiri dari tiga isu. Pertama, paket least-developed countries (LDC’s Package) untuk mengakomodasi kepentingan negara kurang berkembang agar memiliki kesempatan yang adil dalam perdagangan global.

Beberapa elemen yang sedang dipertimbangkan untuk masuk ke dalam paket ini mencakup bebas tarif-bebas kuota (duty free-quota free), ketentuan penerapan special and differential provision, asistensi di sektor kapas dan penghapusan subsidi sektor kapas di negara maju.

Kedua, fasilitasi perdagangan (trade facilitation) yang mengundang komitmen negara maju memberikan pengembangan kapasitas (capacity building) misalnya di bidang kepabeanan, dan sebaliknya komitmen negara berkembang dan LDC’s melaksanakan kewajiban setelah memperoleh bantuan.

Ketiga, isu pertanian yang menyangkut usulan G33 mengenai public stockholding for food security. Isu tersebut mengenai relaksasi pemberian subsidi bagi produsen pangan di negara berkembang.

Usulan ini bertujuan mendukung produsen berpenghasilan rendah atau miskin serta akuisisi stok pangan pada harga subsidi yang dibeli produsen berpenghasilan rendah dalam rangka mengatasi kelaparan dan kemiskinan di pedesaan.

Keseluruhan paket itu tercermin dalam empat poin pernyataan bersama menteri perdagangan anggota APEC, yakni melanjutkan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral, melanjutkan pencapaian Bogor Goals, memperjuangkan pertumbuhan berkelanjutan melalui kesetaraan dan mempromosikan konektivitas.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Lahyanto Nadie
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper