Angka Pengangguran Turun, Resesi Zona Euro Dinilai Belum Reda

Bisnis.com, BRUSSELS — Angka pengangguran di zona euro merosot untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun terakhir, sehingga semakin memperkuat harapan bahwa blok bermata uang tunggal itu dapat keluar dari resesi berkepanjangan pada akhir tahun
Wike Dita Herlinda | 02 Agustus 2013 04:01 WIB

Bisnis.com, BRUSSELS — Angka pengangguran di zona euro merosot untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun terakhir, sehingga semakin memperkuat harapan bahwa blok bermata uang tunggal itu dapat keluar dari resesi berkepanjangan pada akhir tahun ini.

Kendati demikian, menurunnya belanja konsumen di Jerman, Perancis, dan Spanyol berpotensi menghambat proses pemulihan di kawasan itu. Pada saat bersamaan, angka inflasi tahunan pada Juli bertahan pada level 1,6%, sehingga memberi ruang bagi European Central Bank untuk bertindak jika perekonomian memburuk.

Lembaga statistik Uni Eropa, Eurostat, mengumumkan bahwa jumlah tuna karya di Eropa pada Juni turun sejumlah 24.000 jiwa dibandingkan dengan Mei. Itu merupakan penurunan yang terjadi untuk pertama kalinya sejak April 2011.

Merosotnya angka pengangguran di zona euro dinilai belum cukup untuk mencerminkan jumlah orang yang tidak bekerja di kawasan itu, yang bertahan pada level 12,1% selama 4 bulan berturut-turut. Eurostat mencatat lebih dari 19 juta warga Eropa tidak memiliki pekerjaan pada Juni.

Sementara itu, penjualan ritel pada Juni di Jerman—yang merupakan ekonomi terbesar di Eropa—turun 1,5% atau yang terdalam selama tahun ini. Di Perancis, pertumbuhan angka belanja selama periode Mei—Juni gagal mencapai target.

Di lain pihak, angka penjualan ritel di Spanyol merosot untuk bulan ke-36 pada Juni dan jumlah penganggur hanya berkurang sebanyak 39 jiwa pada bulan yang sama. Angka pengangguran di negara tersebut berada pada level 26,3%, atau yang kedua tertinggi di UE setelah Yunani.

“Bukan rahasia lagi apabila permintaan domestik masih lemah, karena angka belanja masih tertekan oleh tingginya pengangguran dan kebijakan penghematan,” ujar ekonom Deutsche Bank Gilles Moec.

Harapan bahwa zona euro mulai pulih dari resesi semakin meningkat seiring dengan naiknya sentimen bisnis dan ekonomi yang mencapai rekor tertinggi dalam 15 bulan terakhir pada Juli. Harapan tersebut semakin didukung oleh janji ECB untuk selalu menopang zona euro, pemulihan ekonomi Amerika Serikat, serta pelonggaran kebijakan penghematan.

Indeks Purchasing Managers (PMI) zona euro juga menunjukkan adanya peningkatan, sementara sentimen konsumen di Jerman semakin menguat.

Tanda-tandang penguatan tersebut menunjukkan bahwa ECB kemungkinan tidak akan mengubah suku bunga acuan dalam pertemuan pada Kamis (1/8). Sebanyak 70 ekonom yang disurvei oleh Reuters yakin ECB akan mempertahankan bunga acuan pada rekor terendah 0,5%.

Meskipun demikian, Komisi Eropa menolak anggapan bahwa para pembuat kebijakan telah puas dengan perkembangan yang telah dicapai oleh zona euro saat ini.

“Angka pengangguran masih tetap tinggi,” ujar juru bicara Komisi Eropa Dennis Abbott. Dia menambahkan negara-negara anggota zona euro dapat bertindak bersama-sama dan mengimplementasikan reformasi guna membuka peluang bagi warganya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Tag : zona euro
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top