Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kenapa Hanura Sepelekan Koalisi? Ini Jawaban Hary Tanoe

Bisnis.com, JAKARTA--Partai Hanura telah mendeklarasikan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai capres dan cawapres  untuk Pemilu 2014,  tanpa berkoalisi dengan partai politik manapun..
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 23 Juli 2013  |  08:39 WIB
Kenapa Hanura Sepelekan Koalisi? Ini Jawaban Hary Tanoe
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Partai Hanura telah mendeklarasikan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai capres dan cawapres  untuk Pemilu 2014,  tanpa berkoalisi dengan partai politik manapun..

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesudibjo beralasan deklarasi dengan rakyat lebih baik ketimbang koalisi dengan partai lain.

Bos MNC Group itu berpendapat memimpin bangsa Indonesia ke depan tidak perlu berkoalisi dengan partai politik mana pun.

Menurutnya, yang diperlukan adalah berkoalisi dengan rakyat. Lantaran, koalisi akan memunculkan kompromi politik, sehingga akan sulit untuk merubah kehidupan bangsa untuk menjadi lebih baik.

"Kalau banyak berkoalisi dengan partai lain tidak ada jaminan mengubah Indonesia. Karena itu,  kami tak mau berkoalisi karena kami tak mau kompromi," ujarnya dalam situs resmi Partai Hanura.

Hary, yang juga merangkap sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, menjelaskan partainya menekankan kerja sama antarkader untuk memenangkan pemilihan umum 2014.

"Diperlukan militansi, kerja keras, kerja cerdas, kerja sama yang naik antarpengurus karena tujuan kita sama yakni  mau menang," tegasnya.

Deklarasikan Wiranto dan Hary Tanoe  sebagai capres dan cawapres dalam Pemilu 2014 sebelumnya  menuai protes dari kalangan  internal partai tersebut  karena prosesnya dinilai  potong kompas  tanpa perhitungan matang

Pendiri sekaligus tokoh senior Partai Hanura Fuad Bawazier kepada wartawan Kamis (4/7/2013)  mengaku tidak happy  dengan  pencalonan  pasangan tersebut..

“Hanura itu partai kecil, seharusnya mengambil calon wapres berkoalisi dengan partai lain, sehingga syarat pencalonan [presidential threshold] 20% bisa terpenuhi,” tegasnya.

Mantan menkeu ini menambahkan pengabaian  prosedur yang ditempuh Hanura adalah penetapan calon wapres tidak melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai.

“Padahal AD/ART partai mengamanatkan masalah penting dan strategis harus diputuskan melalui Rapimnas.”

Untuk menetapkan wapres, lanjutnya, Partai Harura seharus mengukur bagaimana dedikasi sang calon, elektabilitasnya, tingkat ketokohannya dan sosialisasinya. "Bukan karena pertimbangan calon tersebut seorang pengusaha yang  punya jaringan informasi kuat."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hanura hary tanoe koalisi
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top