PEMILU PRESIDEN IRAN: Kemenangan Rohani Sangat Mengejutkan

BISNIS.COM, JAKARTA-Hassan Rohani, yang telah mengkritik intervensi pemerintah dalam kehidupan warga Iran dan berjanji dialog dengan dunia, memenangkan kursi kepresidenan Iran dengan dukungan yang cukup untuk menghindari pemungutan suara putaran kedua. 
Sepudin Zuhri | 16 Juni 2013 05:25 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-Hassan Rohani, yang telah mengkritik intervensi pemerintah dalam kehidupan warga Iran dan berjanji dialog dengan dunia, memenangkan kursi kepresidenan Iran dengan dukungan yang cukup untuk menghindari pemungutan suara putaran kedua. 

Warga Teheran merayakan sepanjang malam setelah diumumkan kemarin bahwa Rohani memenangkan 50,7% dari 37 juta suara dihitung.

Walikota Teheran Mohammad Baqer Qalibaf memperoleh suara 16,6%, menurut angka Kementerian Dalam Negeri. Saeed Jalili perunding nuklir dan mantan Komandan Garda Revolusi Mohsen mengikuti di belakang peroleh Rohani. Rohani mulai dinas di Kantor Kepresidenan pada Agustus mendatang.

Yang tak terduga kemenangan itu, berdasarkan dua jajak pendapat di lembaga-lembaga yang dikelola negara telah meramalkan pemilihan ketat.

Rohani, 64, harus meminta persetujuan dari Pemimpin Agung Ali Khamenei, otoritas tertinggi Iran, untuk memperbaiki hubungan dengan Barat dan mengambil langkah-langkah untuk mengubah perekonomian sekitar.

"Kemenangannya merupakan tantangan terhadap status quo, banyak warga Iran, belum tentu mereka yang menentang rezim saat ini, muak dengan lintasan negara dan ingin perubahan," kata Yasmin Alem, penulis "Duality by Design: The Iranian Electoral System seperti dikutip Bloomberg, Minggu (16/6/2013).

"Orang-orang yang telah kecewa melihat secercah harapan dan diterjemahkan ke dalam dukungan untuk Rohani," katanya.

Warga Teheran menari di jalanan dalam semalam, beberapa kemeja ungu dan mengenakan ikat kepala, warna yang sering ditunjukkan saat kampanye Rohani.

Petasan bergema di seluruh kota, sementara mobil membunyikan klakson mereka. Vanak Square di Teheran dipenuhi dengan ribuan orang memegang balon ungu dan poster Rohani dan Khatami. Beberapa meneriakkan "Ahmadi bye, bye," yang lain menyanyikan "Ini adalah pesta perpisahan Ahmadinejad."

"Era Ahmadinejad sudah berakhir," kata Akbar Akbari, seorang mahasiswa hukum 33 tahun, mengalahkan deru kerumunan. "Semua orang merayakan bahwa kita menyingkirkan dia."

Rohani memenangkan sekitar 18,6 juta dari 36,7 juta suara yang diberikan, menurut Kementerian Dalam Negeri. Sekitar 50 juta orang Iran memiliki hak suara.

Kemenangan Rohani itu menunjukkan sebuah "pergeseran makna bersejarah di Iran," tulis Suzanne Maloney, seorang rekan senior di Brookings Institution Saban Center for Middle East Policy di Washington, dalam sebuah blog setelah penghitungan suara dimulai.

"Rohani adalah calon yang ideal untuk mempelopori inisiatif baru untuk merebut Iran dari pertempuran melemahkan dengan masyarakat internasional atas isu nuklir."

Sumber : Bloomberg

Tag : iran, hassan rohani, pemilu presiden
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top