Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSELERASI INFRASTRUKTUR: Pengusaha Jabar Agar Gencar Gaet Asing

BISNIS.COM, BANDUNG— Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak pengusaha lokal meningkatkan kolaborasi bersama pengusaha asing dalam skema public private partnership (PPP).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 12 Mei 2013  |  17:55 WIB

BISNIS.COM, BANDUNG— Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak pengusaha lokal meningkatkan kolaborasi bersama pengusaha asing dalam skema public private partnership (PPP).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Denny Juanda Puradimadja mengatakan minat swasta lokal dalam menggarap proyek pembangunan di Jabar harus terus didorong.

 “Proyek besar itu banyak di Jawa Barat, swasta Jabar harus melihat ini sebagai peluang untuk ambil bagian,” katanya, Minggu (12/5/2013).

Pihaknya menghitung untuk membangun proyek infrastruktur di Jabar hingga 2025 diperlukan hingga Rp 600 triliun.

Menurutnya, dengan kondisi ini tidak mungkin mengandalkan APBD dan APBN.

 “Ke depan, pemerintah hanya akan menyediakan anggaran 20%, sisa 80% diharapkan berasal dari swasta,” ujarnya.

 Menurutnya, Jabar membutuhkan pengusaha besar lokal berkelas dunia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur skala besar.

 ‘’Untuk Bandara Kertajati saja diperlukan dana Rp11 triliun."

Denny menyadari kemampuan pengusaha lokal di Jabar masih terbatas,  namun pengusaha yang memiliki jaringan internasional harus dimanfaatkan agar bisa berkolaborasi.

Dia menilai  kemampuan pengusaha lokal untuk bernegosiasi dengan pemerintah bisa menjadi daya tawar.

Selama ini, sejumlah investor asing datang, namun tidak dibarengi partner lokal. (ltc)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara kertajati infrastruktur bandung public private partnership
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top