Dana Penelitian Minim, Inovasi Produk Sulit Maju

BISNIS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta meningkatkan alokasi dana untuk penelitian dan pengembangan produk yang saat ini hanya mencapai 0,07% dari total pendapatan domestik bruto (PDB) nasional.
Maftuh Ihsan | 30 April 2013 13:05 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta meningkatkan alokasi dana untuk penelitian dan pengembangan produk yang saat ini hanya mencapai 0,07% dari total pendapatan domestik bruto (PDB) nasional.

Bustanul Arifin, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, mengungkapkan minimnya dana penelitian mengakibatkan pengembangan produk di dalam negeri sulit untuk maju.

"Dana penelitian ini vital. Negara ini akan sulit berkembang apabila dana research-nya minim," katanya pada Forum Bisnis dan Kebijakan bertajuk Menyoroti Kebijakan dan Kartel Dunia Usaha yang diadakan Bisnis Indonesia, Selasa (30/4/2013).

Dia mencontohkan pemerintah Brazil sejak 1970 mengadakan program yang mendorong penelitian produk pertanian sehingga saat ini mereka mampu mengekspor produk yang bermutu.

Arianto, pengusaha rumput laut, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, bantuan dari pemerintah untuk penelitian produk dan penembangan mesin masih sangat minim sehingga pengusaha kecil kesulitan untuk mengembangkan usaha.

"Untuk pengembangan produk bernilai tambah saja butuh dana Rp100 juta. Di China, pemerintah memberikan insentif untuk penelitian dan pengembangan produk dan mesin," tuturnya.

B

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dana riset, penelitian, bustanul arifin

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top