Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAYANAN KESEHATAN: Pemprov Sulteng Siapkan SES

BISNIS.COM, PALU--Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu yang hendak mencari rumah sakit untuk berobat, sehingga tidak terjadi kematian karena warga kesulitan mencari atau mendapatkan rumah sakit.
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 12 April 2013  |  16:36 WIB

BISNIS.COM, PALU--Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu yang hendak mencari rumah sakit untuk berobat, sehingga tidak terjadi kematian karena warga kesulitan mencari atau mendapatkan rumah sakit.

Kepala Bidang Bina Upaya Kesehatan Farida H. Ingolo mengatakan program pelayanan yang disiapkan adalah Sulteng Emergency Service (SES), yaitu dengan menyediakan alat transportasi berupa ambulance untuk warga kurang mampu hanya dengan menghubungi layanan telepon yang sudah disiapkan di posko jaga.
 
“Kami telah mengantisipasi agar kasus kematian karena mencari rumah sakit tidak terjadi lagi seperti yang terjadi di daerah lain, sehingga pemerintah menyahutinya dengan SES,” kata Farida, Jumat (12/4/2013).

Selain itu, pihaknya juga mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata lama bisa menjadi tempat pelayanan bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kelas tiga, sehingga mereka bisa mengakses penyelenggara jaminan sosial.

“Gedung lama RSUD Undata yang memiliki 349 kamar bisa melayani warga kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kelas tiga. Semoga pemerintah provinsi mau merealisasikannya,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Sulteng menyebutkan fasilitas kesehatan yang dimiliki saat ini yaitu, 15 rumah sakit milik pemerintah, lima rumah sakit swasta, 177 Puskesmas, 718 Puskesmas pembantu, 80 Puskesmas keliling/laut, 1.226 Poskesdes dan 3.223 Posyandu aktif.

Sementara itu, dokter yang ada cukup terbatas, yaitu hanya 88 dokter spesialis, 493 dokter umum, 255 dokter PNS dan PTT di Puskesmas, 4.594 perawat, 2.499 bidan, serta 1.522 bidan di desa.

“Kami minta perhatian pemerintah, khususnya bagi dokter PTT, agar bisa memfasilitasi mereka. Mengingat, masa bakti mereka sudah akan berakhir dan jika tidak diperpanjang maka akan banyak puskesmas yang tidak memiliki dokter,” tukasnya. (wde)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perawat puskesmas bidan dinas kesehatan asyarakat kurang mampu rsud dokter ptt posyandu

Sumber : Mochammad Subarkah

Editor : Wiwiek Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top