Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasutri di Cianjur Meninggal Akibat HIV

CIANJUR -- Pasangan suami  istri (Pasutri) warga Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, meninggal dunia diduga akibat mengidap virus HIV/AIDS.
Endot Brilliantono
Endot Brilliantono - Bisnis.com 10 April 2013  |  15:08 WIB
Pasutri di Cianjur Meninggal Akibat HIV
Bagikan

CIANJUR -- Pasangan suami  istri (Pasutri) warga Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jabar, meninggal dunia diduga akibat mengidap virus HIV/AIDS.

Kepala Puskesmas Cibeber Isep Karnaen, ketika dihubungi  Rabu (10/4/2013), membenarkan hal tersebut.  Dia bahkan mengungkapkan, saat ini 10 orang warga lainnya di kecamatan tersebut tercatat mengidap virus HIV/AIDS dan sedang melakukan rawat jalan.

Menurut keterangan, keduanya meninggal karena tidak sempat melakukan pengobatan dan keduanya diketahui bekerja di luar Cianjur. Dia menjelaskan, penderita HIV/AID di Kecamatan Cibeber, terus meningkat jumlahnya dan rata-rata mereka bekerja diluar Cianjur.

Dikatakan, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisi tentang bahayan NAFZA dan HIV/AIDS, melibatkan berbagai kalangan seperti Kepala Desa, kelompok PKK, Kaur Kesra, BPD dan tokoh masyarakat.

"Hal ini, guna untuk menekan angka meningkatnya penyebaran virus HIV/AIDS pada masyarakat lainnya, terutama pada generasi muda di Cianjur, khususnya di Kecamatan Cibeber," ujarnya Rabu (10/4/2013).

Pihaknya meminta masyarakat tidak segan-segan untuk melakukan konsultasi dan menjalani pengobatan HIV/AIDS, dengan cara datang ke Puskesmas Cibeber, untuk diberikan pengobatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cianjur hiv/aids pasutri
Editor : Endot Brilliantono
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top