Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TANAH LONGSOR CILILIN: Ini Penyebabnya

BISNIS.COM, JAKARTA—Penyebab utama tanah longsor yang selama ini terjadi di Tanah Air adalah karena curah hujan dan pengaruh aktivitas manusia.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 27 Maret 2013  |  07:43 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Penyebab utama tanah longsor yang selama ini terjadi di Tanah Air adalah karena curah hujan dan pengaruh aktivitas manusia.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengenai curah hujan yang tinggi disebabkan faktor alam.

Namun, lanjutnya, untuk pengaruh aktivitas manusia banyak disebabkan oleh kesalahan manusia, seperti membangun permukiman di bawah lereng perbukitan dengan kemiringan curam antara 40-60 derajat.

“Bahkan, sebagian besar perbukitan dibudidayakan menjadi lahan pertanian tanaman semusim dan nyaris tidak ada hutan sama sekali,” katanya keterangan pers, Rabu (27/3).

Sutopo menilai hutan dikonversi menjadi lahan pertanian, sehingga pengolahan tanaman semusim menyebabkan tanah menjadi gembur dan air mudah meresap ke tanah.

Dia mencontohkan hujan deras yang terjadi pada Senin (25/3) sejak pukul 03.00 WIB menyebabkan longsor di Kampung Nagrok, Desa Mukapayung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat Jawa Barat.

Hingga Selasa (26/3) pagi ditemukan 10 korban tewas dan 7 orang lainnya masih terus dicari, sedangkan sekitar 70 orang warga Kampung Nagrok terpaksa mengungsi.

Berdasarkan peta bahaya longsor, di Desa Mukapayung termasuk dalam zona bahaya tinggi longsor dan longsor di derah itu pernah terjadi seperti pada 2001, 2009, dan 2012.

Sutopo menjelaskan seperti halnya kejadian tanah longsor di tempat lain, di kawasan itu terjadi sumbatan saluran atau genangan air di bagian atas bukit menjadi pemicu longsor. Foto: Ilustrasi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hujan bnpb longsor tanah manusia permukiman cililin
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top