Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MORATORIUM TKI: Asosiasi minta pemerintah negosiasikan penempatan

JAKARTA—Asosiasi penempatan tenaga kerja Indonesia swasta meminta pemerintah segera melakukan negosiasi dengan tiga negara penerima pekerja yang masih berstatus moratorium.Hal itu dikarenakan hingga kini belum ada tanda-tanda kemajuan dari negosiasi
- Bisnis.com 25 Januari 2013  |  11:02 WIB

JAKARTA—Asosiasi penempatan tenaga kerja Indonesia swasta meminta pemerintah segera melakukan negosiasi dengan tiga negara penerima pekerja yang masih berstatus moratorium.

Hal itu dikarenakan hingga kini belum ada tanda-tanda kemajuan dari negosiasi dengan negara-negara penempatan itu untuk pengiriman TKI sektor penata laksana rumah tangga.

Bahkan, Ketua Bidang Sosialisasi dan Informasi Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Ali Birham, dengan Malaysia yang status moratorium (penghentian sementara) penempatan TKI sudah dicabut, tapi belum ada pengiriman pekerja.

“Negosiasi dengan Arab Saudi, Yordania dan Kuwait yang berstatus negara terkena moratorium hingga kini tidak jelas, sedangkan dengan Malaysia yang dinyatakan terbuka dengan pencabutan status moratorium, tapi belum ada penempatan,” katanya, Jumat (25/1).

Dia menilai berkali-kali pejabat kementerian terkait, seperti Kemenakertrans melakukan negosiasi dengan negara-negara penerima TKI itu, tapi kegiatan tersebut tidak membawa hasil padahal status moratorium lebih dari satu tahun.

Apalagi, lanjutnya, program pembukaan peluang kerja di dalam negeri tidak berjalan dengan baik, meski pengangguran berkurang tapi pekerjaan yang terbuka hanya untuk sistem outsourcing atau kontrak kerja.

“Kami melihat uang negara habis untuk pembiayaan kegiatan di Kemenakertrans, tapi program pembukaan peluang kerja jalan di tempat. Ini periode terburuk dalam sejarah program penempatan dan perlindungan TKI,” tutur Ali. (Bsi)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top