RENTAL MOBIL: Aremso Bidik Pasar Korporat dan Instansi

SOLO - Asosiasi Rental Mobil Soloraya atau Aremso akan membentuk koperasi sebagai salah satu unit usaha jasa di kelompok tersebut.
News Editor | 20 Desember 2012 17:13 WIB

SOLO - Asosiasi Rental Mobil Soloraya atau Aremso akan membentuk koperasi sebagai salah satu unit usaha jasa di kelompok tersebut.

Ketua Aremso, Samrodin mengatakan unit usaha tersebut yang diberi nama Koperasi Aremso itu akan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan instansi atau korporat yang akan bekerja sama dengan Aremso.

“Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa korporat swasta terkait rencana sewa atau rental kendaraan operasional di instansi atau korporat tersebut,” kata Samrodin, di sela-sela silaturahmi Aremso dengan Nasmoco Karanganyar, Kamis (20/12/2012).

Dia mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu bentuk terobosan asosiasi yang beranggotakan 27 pengusaha rental mobil. Selama ini, kata dia, bisnis rental mobil banyak dianggap sebagai bisnis yang berisiko tinggi. Tapi, dengan adanya kerja sama yang jelas, antara asosiasi melalui koperasi asosiasi dan korporat, maka bisnis ini akan menjadi bisnis yang menguntungkan.

Selama ini, kata Samrodin, sewa atau rental mobil banyak diakses oleh masyarakat umum, yang dia akui cukup berisiko. “Tapi, dengan disewa oleh korporat atau instansi, maka siapa penyewanya akan menjadi jelas.”

Saat ini, Aremso sedang menawarkan kerja sama rental mobil operasional kepada Pemkab Boyolali. Menurut dia, pemerintah daerah akan diuntungkan dengan memanfaatkan mobil rental. Salah satunya, bisa hemat anggaran bahan bakar. Selain itu, mobil rental yang digunakan masih berpelat hitam.

“Sehingga masih bisa pakai premium. Kalau pelat merah kan harus pakai pertamax,” kata dia.

Aremso siap memenuhi kebutuhan kendaraan operasional instansi dan korporat karena saat ini kapasitas armada yang dimiliki anggota Aremso mencapai kisaran 300 unit.

Selain Pemkab Boyolali, Samrodin juga mengatakan Aremso sedang menjajaki kerjasama dengan salah satu korporat. “Sementara, untuk kerja sama dengan Pemkab yang lain saat ini belum ada respons.”

Dia mengatakan, satu Pemkab bisa membutuhkan kisaran 45 unit kendaraan. Dan biasanya, kendaraan yang diminta adalah Avanza 2011 atau 2012.

Sementara, untuk korporat kebutuhannya berkisar tujuh hingga 10 unit per korporat. “Tarif yang berlaku tentunya jauh lebih murah dari tarif sewa ritel atau tarif MoU.”

Untuk perusahaan korporat, Samrodin membidik perusahaan-perusahaan yang banyak membutuhkan kendaraan operasional pada malam hari.

“Karena malam hari adalah saatnya mobil menganggur. Kami bisa memaksimalkan pemanfaatan armada kami, perusahaan juga bisa berhemat apalagi biaya maintanance ditanggung pemilik rental,” katanya. (dot)

FOTO : Ketua Aremso, M Samrodin  ketika berkunjungan ke Kantor Redaksi Solopos, beberapa waktu lalu. (JIBI)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/Solopos/Hijriyah Al Wakhidah

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top