INDONESIA Dinilai Layak Punya ICTP Untuk Kawasan Asia Tenggara

JAKARTA: Angan-angan Indonesia menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan di tingkat regional dan internasional segera terwujud.
Adhitya Noviardi | 03 Desember 2012 16:23 WIB

JAKARTA: Angan-angan Indonesia menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan di tingkat regional dan internasional segera terwujud.

Pasalnya, Indonesia akan menjadi pusat dari  International Center for Theoretical Physics (ICTP) region Asia Tenggara dan Asia.“Indonesia dinilai layak untuk mempunyai sebuah organisasi yang berfungsi sebagai ICTP Regional, mewakili region Asia Tenggara, atau bahkan Asia. Indonesia memiliki cukup banyak perguruan tinggi dan lembaga riset berkualitas,” kata Fernando Quevedo, Direktur ICTP, dalam pertemuan membahas pembentukan organisasi itu di Jakarta, Senin (3/12/2012).Sejumlah pakar fisika dari dalam negeri dan luar negeri saat ini berkumpul di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR),  Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Jakarta, membahas pembentukan ICTP region Asia Tenggara dan Asia, yang akan berpusat di Indonesia.“Adalah suatu kebanggaan karena International Atomic Energy Agency (IAEA), dan ICTP Pusat memilih Indonesia. Ini akan meningkatkan profil Indonesia di mata dunia, terkait lembaga risetnya,” kata Djarot Wisnubroto, Kepala Batan, di sela-sela pertemuan tersebut.Djarot belum bisa memastikan kapan ICTP region itu terbentuk. “Yang jelas, posisi Indonesia kini semakin diperhitungkan. Apalagi Batan sudah memiliki hubungan kerja sama yang sangat erat dengan IAEA, dan cukup sering menggelar kegiatan regional di bidang ketenaganukliran.Fernando menjelaskan ICTP adalah sebuah institusi keilmuan nirlaba yang bergerak di bidang fisika teoritik, dan keilmuan praktis lannya yang lebih luas. Didirikan oleh Dr. Abdus Salam, salah seorang pemenang hadiah Nobel bidang Fisika pada 1964 di Triste Italia, yang didukung para fisikawan dunia dan pemerintah Italia.“Saat ini ICTP Region baru ada di Brasil meliputi Amerika Selatan dan Amerika Tengah,” ujarnya.Djarot menuturkan ada beberapa keuntungan bila terbentuknya ICTP region di Indonesia. Antara lain dapat meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang ilmu fisika dan ilmu pengetahuan lain yang terkait. Juga meningkatkan interaksi ilmuwan Indonesia dengan komunitas ilmuawan regional dan internasional.“Selain itu Indonesia akan menjadi magnet bagi ilmuwan mancanegara untuk datang ke negeri ini, karena akan banyak kegiatan yang dibuat,” ujarnya.Dia menjelaskan sebanyak 400 orang saintis Indonesia telah menikmati program ICTP, dengan mengikuti workshop, pelatihan, dan seminar di luar negeri. Beberapa pakar dari Indonesia juga ada yang pernah menjadi associate, semacam dosen tidak tetap, di ICTP.“Mereka setuju dengan dibentuknya ICTP region di Indonesia,” tambahnya.Anhar Riza Antariksawan, Deputi bidang Penelitian Dasar dan Terapan (PDT) Batan, menambahkan bahwa Batan sudah mengelar dua kegiatan ICTP. Yaitu Wireless Sensor Network for Radiation Monitoring, dan Entrepreneurship for Physicist and Engineers from Far Eastern Developing Countries.

ICTP regional Indonesia nantinya berbentuk konsorsium yang melibatkan banyak institusi litbang, di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi, dan perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta perguruan tinggi lain yang berminat untuk bergabung. (bas)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup