Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Sedikit ada dugaan sabotase

JAKARTA: Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menduga  ada sabotase dalam kasus kecelakaan pesawat Shukoi Superjet 100 pada Rabu lalu mengingat bisnis angkutan udara tidak terlepas dari persaingan dagang.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  22:26 WIB

JAKARTA: Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menduga  ada sabotase dalam kasus kecelakaan pesawat Shukoi Superjet 100 pada Rabu lalu mengingat bisnis angkutan udara tidak terlepas dari persaingan dagang.

 

"Ada pikiran begitu. Sedikit ada dugaan kontroversi. Ada dugaan ini karena persaingan dagang," ujarnya kepada wartawan, Senin 14 Mei 2012.

 

Menurut Irman, kemungkinan sabotase dapat dilihat dari instruksi petugas Air Traffic Control (ATC) yang mengizinkan pilot untuk menurunkan level ketinggian terbang dari 10.000 kaki ke 6.000 kaki.

 

Menurutnya, sebagaimana merujuk pada keterangan banyak pilot dan ahli penerbangan, lalu lintas penerbangan di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma dan sekitarnya terbilang sangat rawan.

 

Sedangkan kemungkinan lain, terdapat informasi tentang penumpang yang tidak mematikan alat komunikasi saat pesawat di udara.

 

Irman mengaku heran terhadap jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Sebab, pesawat itu termasuk canggih karena merupakan perpaduan antara Airbus dan Boeing. Selain itu, penerbangan pertama pesawat tersebut berjalan mulus tanpa ada gangguan apapun.

 

Sementara Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara (LPPN) Jonathan SH mengatakan sebaiknya Kementerian Perhubungan mempercepat pembaharuan sistem radar terpadu full back up agar kecelakaan yang menimpa Sukhoi Superjet 100 tidak terulang kembali.

 

"Sebaiknya Kementerian Perhubungan mempercepat pembaharuan sistem radar terpadu full back up karena alat tersebut memiliki teknologi canggih yang dapat merekam semua kejadian, termasuk merekam garis longitude," katanya.

 

Menurut dugaannya, kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang terjadi, bukanlah sepenuhnya kesalahan manusia.

 

Dia menduga kemampuan teknik Air Traffic Control (ATC) Indonesia dan peralatan yang dimiliki sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan jumlah traffic yang harus dilayani. (ra)

 

+ BACA JUGA:

>>Jakarta Stocks Decline 1.48% In Today's Closing Session

>> MARKET CLOSING—IHSG Anjlok 61,07 Poin

>> TRAGEDI SUKHOI: Penyebar  Foto Palsu Terancam  Denda Rp12 Miliar!

>> Sinyal negatif di bursa Asia menguat 

>> BBJ Targetkan Kontrak Kakao Tembus 300.000 Ton

>> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top