UJIAN NASIONAL: 20 Paket soal kurangi kecurangan

 
nurul
nurul - Bisnis.com 30 April 2012  |  20:30 WIB

 

 

JAKARTA: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupaya mengurangi kecurangan pelaksanaan ujian nasional dengan  melakukan kajian dan simulasi terkait rencana digunakannya 20 paket soal pada tahun-tahun mendatang.

 

"Kajian kami lakukan terkait masih ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional  dengan menggunakan lima paket soal, " kata Mohammad Nuh, Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Senin 30 April 2012.

 

"Kalau mau aman, kita buat 20 soal berbeda. Saya minta Kepala Balitbang buat exercise dari teknis keekonomian dan praktis, serta keamanannya. Ini sebuah cara yang serius dalam upaya menutup celah kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional [UN]", tambahnya. 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) harus  melakukan kajian dan simulasi terkait rencana digunakannya 20 paket soal pada UN di tahun-tahun mendatang. "Kita tengah mengkaji 10 paket soal. Kami acak sedemikian rupa pembagiannya, kita persulit dengan pola diagonal. Tapi tetap akan rumit di lapangan, kalau mau aman adalah 20 paket soal," ujarnya. 

 

Cara itu sebagai suatu proses evaluasi hasil belajar untuk mengetahui standar proses dan kurikulum. "Misalnya tahun lalu kita ambil contoh ekstrem, 100% pelajar tidak lulus. Ini bisa jadi kualitas guru atau sarana dan prasarana yang tidak terpenuhi," kata  Nuh. 

Menurut Mendikbud, menggunakan sistem continues, evaluasi dilakukan dengan menggunakan moratorium. Evaluasi harus dilakukan terus-menerus. Kemendikbud juga harus berimprovisasi pada sistem yang kurang efektif agar diperbaiki. Misalnya,  aplikasi 40%-60% untuk UN dan ujian sekolah, variasi soal, dan lain-lain. 

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang akan jatuh pada 2 Mei , dimaknai dengan tekad meningkatkan kualitas yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perbaikan mutu pendidikan di berbagai aspek akan selalu dilakukan. 

Perbaikan dalam delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) mencakup seluruh pemangku dan penunjang pendidikan di Indonesia. 

Mereka adalah dari tenaga pendidik, peserta didik, sarana dan prasarana, serta regulasi. Peningkatan kualitas guru, ungkapnya, tidak akan pernah selesai. 

Dia mengingatkan standar isi pendidikan, yakni kurikulum terus dilakukan review setiap tahunnya. Kemudian standar proses meliputi perbaikan proses belajar mengajar. 

"Melalui hasil evaluasi itu, kita bisa mengevaluasi setiap komponen dalam standar pendidikan," katanya. (msb)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hilda Sabri Sulistyo

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top