TRAGEDI HARLEY DAVIDSON: Insiden Harley Davidson Diselesaikan Kekeluargaan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 April 2012  |  23:40 WIB

 

 

YOGYAKARTA: Insiden tabrakan maut anggota rombongan Harley Davidson yang dikabarkan melibatkan anak Kapolda Metro Jaya, Kamis hingga Jumat lalu di Kulonprogo diselesaikan secara kekeluargaan. Kecelakaan itu juga diklaim tak sepenuhnya kesalahan penabrak.

 

Rombongan moge itu sebelumnya melaju dari arah Purworejo (Jawa Tengah) menuju Jogja untuk mengikuti acara Jogja Bike Rendevous (JBR) 2012 yang melibatkan para penunggang motor besar Harley Davidson. Ketua Panitia acara JBR 2012 R. Tanto saat dikonfirmasi perihal kecelakaan tersebut mengatakan, persoalan itu telah beres karena diselesaikan secara kekeluargaan.

 

Penabrak kata dia memberi uang santunan ke keluarga korban atas hilangnya nyawa Parlan Hadi warga Panjatan, Kulonprogo serta dua korban tabrakan lainnya yang kini dirawat di RS. “Sudah tidak ada masalah lagi, keluarga juga sudah sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya Sabtu (28/4).

 

Lantaran itu pula ke dua anggota rombongan kini tak ditahan pihak kepolisian. Pihaknya juga mengklaim kesalahan juga berada di posisi korban. Sebab saat hendak berbelok atau menyeberang jalan tak melihat ada anggota rombongan JBR dari arah berlawanan melaju kencang.

 

“Itu juga tidak sepenuhnya kesalahan penabrak, korban berbelok nggak hati-hati juga nggak pakai helm. Jadi lebih pada kelalaian pengguna jalan. Padahal motor kami itu sudah dilengkapi seperti alat sirine itukan supaya pengendara lainya waspada,” tuturnya.

 

Kendati demikian, R. Tanto enggan menyebut identitas dua orang pengguna motor besar itu yang menabrak tiga orang warga tersebut. Salah satu penabrak dikabarkan anak Kapolda Metro Jaya saat ini Untung S Rajab. Ia hanya menyebut ke duanya berasal dari Bandung dan Cirebon. “Wah kalau identitasnya dari Cirebon dan Bandung,” ungkapnya.

 

Adapun Sabtu (28/4) kemarin merupakan puncak acara JBR yang dipusatkan di Gedung Jogja Expo Center (JEC). Acara yang melibatkan 1.500 unit motor besar itu menyedot hingga 3.000-an orang. JBR sendiri menampilkan rangkaian acara seperti pameran sepeda motor besar, merchandise dan lomba foto.

 

Menurut R. Tanto pertemuan nasional para komunitas motor besar ini berbeda dari tahun sebelumnya. Bila sebelumnya lebih menonjolkan sisi otomotif kini JBR mengangkat tema Ride to Heritage. Tujuanya mengangkat potensi wisata  dan warisan budaya Jogja.

 

Acara kemarin dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Wakil Kapolri Nanan Sukarna. Gubernur menyatakan kegiatan seperti ini perlu diangkat ke tingkat internasional untuk mempromosikan pariwisata dalam negeri. Pertemuan seperti ini diharapkan juga ditularkan ke pengguna motor kecil.

 

Sultan juga berpesan keberadaan klub motor bergengsi ini ikut mencegah maraknya keberadaan geng motor yang kerap kali arogan dan tak beretika saat berkendara di jalanan. Sayang pesan Sultan ini disampaikan setelah insiden maut yang melibatkan anggota pengguna Harley Davidson Kamis dan Jumat pekan lalu. (msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bhekti Suryani/Harian Jogja/JIBI

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top