MOBIL HYBRID: Teknologi mendesak dikembangkan

JAKARTA: Pelaku usaha otomotif nasional menilai proyek pengembangan mobil hybrid di dalam negeri pada dasawarsa mendatang semakin mendesak akibat pasokan bahan bakar fosil dunia yang terus menipis."Teknologi mobil hybrid diyakini semakin dibutuhkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 April 2012  |  22:38 WIB

JAKARTA: Pelaku usaha otomotif nasional menilai proyek pengembangan mobil hybrid di dalam negeri pada dasawarsa mendatang semakin mendesak akibat pasokan bahan bakar fosil dunia yang terus menipis."Teknologi mobil hybrid diyakini semakin dibutuhkan karena kemampuannya dalam mereduksi emisi CO2 di udara sangat efektif. Dengan keadaan itu, hybrid diprediksi dapat menggantikan teknologi kendaraan bermotor konvensional yang hanya menggunakan satu sumber tenaga," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman M. Rusdi di Jakarta, Senin.Menurut dia, pihaknya optimistis mobil hybrid akan menjadi tren di industri otomotif paling cepat pada dasawarsa mendatang asalkan didukung kebijakan pemerintah yang jelas dan terarah."Mobil hybrid merupakan kendaraan dengan dua sumber tenaga, yakni BBM dan listrik sebagai motor penggerak yang menghasilkan emisi CO2 lebih sedikit. Namun, mobil hybrid di Indonesia sejauh ini dinilai masih kalah pamor dari mobil konvensional karena pasar belum memihak produk ini karena layanan purna jualnya (aftersales) dipertanyakan," katanya.Lebih lanjut Sudirman mengatakan bea masuk mobil hybrid yang diimpor secara utuh (completely built up/CBU) saat ini masih sangat besar, yakni 40% dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 20%-75%. Rendahnya dukungan membuat harga mobil hybrid semakin tidak terjangkau."Kecuali kalau pemerintah memberikan insentif khusus seperti subsidi, keringanan bea masuk dan perbaikan infrastruktur, harganya mungkin bisa bersaing," tuturnya.Berdasarkan peta jalan (road map) industri otomotif yang disusun Kementerian Perindustrian, Indonesia ditargetkan menjadi basis investasi dan produksi mobil hybrid pada 2020 setelah pasar hybrid berkembang signifikan pada rentang 2012 - 2020.Pada tahun tersebut, Indonesia ditargetkan dapat memproduksi mesin-mesin hybrid berbasis baterai listrik dan penguatan produksi serta integrasi perangkat electronic control unit (ECU). (Antara/arh)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Headlines BISNIS INDONESIA Hari Ini

+ Haahhhh, ORGAN TUBUH TKI dicuri!

+ YAMAHA Rilis Motor Baru MATIC MASKULIN

+ Ahh, Repotnya ngurus SUBSIDI BBM

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BANK MANDIRI to Pay IDR2,5 Trillion DIVIDENTS

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ SINGAPURA ngeles lagi soal RESIPROKAL

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top