JASA UMORH: Biro travel terlibat perang tarif

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  20:21 WIB

 

MAKASSAR: Sejumlah biro perjalanan ibadah umrah di Sulawesi Selatan mulai perang tarif menyusul semakin tingginya permintaan umrah di daerah ini.
 
Bendahara Umum DPD The Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies (Asita) Sulsel Andi Muhammad Sabiq mengatakan tingginya minat masyarakat untuk umrah telah memacu pertumbuhan penyedia layanan umrah di daerah ini. 
 
Pemberangkatan haji reguler antreannya mencapai 100.000 orang setiap tahun. Akibatnya, mereka yang mendaftar tahun 2010, baru bisa berangkat tahun 2014 bahkan 2015. 
 
"Terbatasnya kuota haji reguler di Sulsel yang membuat orang berlomba-lomba terjun ke bisnis ini. Provider terus bertambah dan harga semakin kompetitif," ujarnya hari ini.
 
Bahkan, ungkapnya, beberapa biro perjalanan kini berani menawarkan harga paket umrah dibawah standar. "Kami juga heran, kalau ada provider yang menawarkan paket umrah hingga Rp12 juta per orang. Dari mana mereka bisa mendapat harga sebesar itu. Biaya transportasi saja bisa habis sampai Rp10 juta lebih, belum ongkos lainnya," paparnya.
 
Dia mengaku, semakin tidak sehatnya harga-harga yang ditawarkan pelaku jasa paket umrah dikhawatirkan akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bisnis ini. 
 
Menurutnya, meskipun sudah banyak jamaah yang mengetahui travel-travel yang punya harga miring, namun dengan pelayanan yang optimal. "Banyak jamaah yang sudah berulangkali melaksanakan ibadah umrah. Tetapi bagaimana dengan jamaah yang baru pertama kali umrah," keluh dia.
 
Jika melihat biaya perjalanan ibadah umrah saat ini, dia memperkirakan, idealnya akan berkisar Rp15 juta - Rp16 juta per orang selama 9 hari. Itu pun dengan memakai hotel bintang tiga yang kisarannya mencapai 400 real per malam.  "Harga hotel-hotel di Mekkah naik hampir 300%. Jadi harga yang ditawarkan saat ini jelas mengalami kenaikan juga," tambahanya. 
 
Apalagi, hotel-hotel yang berdekatan dengan Masjidil Haram saat ini dalam penataan pemerintahan setempat. Banyak hotel-hotel yang melakukan perbaikan fasilitas. Sementara jumlah kamar hotel di sekitar masjidil haram cukup terbatas. Harga pun terkadang cukup bervariatif berkisar 400 real untuk hotel bintang tiga dan 600 real untuk hotel mewah," ucap dia. 
 
Kenaikan komponen perjalanan biaya umrah ternyata tidak mempengaruhi bisnis ini, karena setiap travel mampu memberangkatkan sedikitnya 300 orang dalam setahun. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top