DUNIA PENDIDIKAN: SMK se-Indonesia unjuk gigi 17 Mei nanti

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bekerja sama dengan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan menggelar Pameran Produk Unggulan Sekolah Menengah Kejuruan Se-Indonesia, pada 17-20 Mei 2012, di Kampus
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 14 April 2012  |  21:17 WIB

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bekerja sama dengan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan menggelar Pameran Produk Unggulan Sekolah Menengah Kejuruan Se-Indonesia, pada 17-20 Mei 2012, di Kampus Ikopin, Kawasan Pendidikan Jatinangor, Bandung.Kegiatan yang mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional tersebut akan diikuti oleh sekitar 120 SMK dari seluruh Indonesia, yang menampilkan berbagai produk karya siswanya, mulai teknologi dan rekayasa, tekologi komunikasi dan informasi, kesehatan, seni dan kerajinan, agrinisnis dan agroteknologi.Sejumlah SMK, akan memajang produk yang belakangan ini sangat populer, seperti mobil, laptop, bahkan pesawat terbang. Tentu saja, banyak juga SMK yang akan tampil dengan produk tepat guna, seperti peralatan pertanian.“Dengan berbagai produk yang berhasil diciptakannya, siswa SMK telah membuktikan diri sebagai remaja yang mempunyai keterampilan tingkat tinggi dan inovatif,” ujar Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Ketua Umum DPP KNPI, yang termasuk penggagas Pemeran Produk Unggulan SMK.Menurut Taufan selama ini, siswa-siswa SMK cenderung hanya diarahkan menjadi pekerja terampil, memenuhi kebutuhan industri. “Padahal, mereka juga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh lagi, sebagai wirausaha.”Kegiatan pameran kali ini, diarahkan untuk memberikan nuansa baru dalam orientasi lulusan SMK, yaitu menjadikan mereka sebagai bibit wirausahawan.Untuk itu, dalam rangkaian kegiatan ini, juga akan diselenggarakan seminar dan lokakarya tentang kewirausahaan, yang antara lain mempertemukan mereka dengan kalangan  dunia industri dan perbankan.Data Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan, saat ini di seluruh Indonesia terdapat 9.160 SMK yang terdiri dari 2.464 SMK Negeri dan 6.696 SMK Swasta.

Dari jumlah tersebut, 335 SMK sudah menjalankan kurikulum bertaraf internasional (SMK BI), dan memiliki sertifikat ISO 9000.“Upaya mendorong lulusan SMK untuk menjadi wirausahawan (entrepreneur) sangat penting, karena Indonesia sangat membutuhkan banyak wirausahawan, untuk mengembangkan perekonomian nasional dan memaksimalkan pemanfaatan kekayaan sumberdaya alam  yang selama ini masih banyak yang menganggur bahkan dimanfaatkan oleh perusahaan asing,” tutur Buhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi Rektor Ikopin.Ada korelasi positif antara tingkat kemajuan ekonomi sebuah negara, dengan jumlah penduduknya yang menjadi wirausaha. Sebagai gambaran, Amerika Serikat (AS) memiliki wirausahawan 11% dari jumlah penduduknya, bahkan Singapura sudah 7% dan Malaysia 5% sementara Indonesia hanya memiliki 2% wirausahawan.Bahkan menurut Ciputra, jumlah wiraswasta di Tanah Air hanya sekitar 0,18%, meski demikian Kementerian Koperasi dan UKM memang melaporkan telah terjadi kenaikan, menjadi 1,56% pada tahun lalu. Namun, jumlah itu tetap saja masih sangat belum memadai, untuk menggerakkan perekonomian nasional ke tingkat perkembangan yang optimal.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top