DUNIA PENDIDIKAN: Pemprov Kalbar Kepincut Posdaya IPB

BOGOR: Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Bina Sejahtera di Kelurahan Pasir Mulya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, menerima kunjungan Observation Study Tour (OST) dari rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.Bagi Posdaya binaan Pusat Pengembangan
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 14 April 2012  |  19:35 WIB

BOGOR: Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Bina Sejahtera di Kelurahan Pasir Mulya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, menerima kunjungan Observation Study Tour (OST) dari rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.Bagi Posdaya binaan Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) LPPM IPB ini, kunjungan ini menggenapi kunjungan-kunjungan sebelumnya dari sejumlah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten dari berbagai pelosok Indonesia.Rombongan berjumlah 52 orang yang dipimpin Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Dwi Listyawardani ini, terlebih dulu diterima di Aula SMA Rimba Madya yang merupakan mitra Posdaya Bina Sejahtera, kemarin.Di tempat ini, peserta OST diterima secara resmi oleh Asisten Daerah (Asda) II Kota Bogor Edgar Suratman, Kepala LPPM IPB Bambang Pramudya, dan peneliti P2SDM LPPM IPB Yannefri Bakhtiar.Selanjutnya, peserta OST menuju lapangan untuk meninjau sejumlah kegiatan yang dimotori Posdaya Bina Sejahtera. Kegiatan dimaksud diantaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengambil tempat di garasi satu rumah warga, tempat pengelolaan sampah dan peternakan kambing, MCK komunal yang menampung limbah dari sejumlah rumah tangga.Selain itu posyandu bagi warga lanjut usia, pustaka keliling yang dikelola para siswa SMA Rimba Madya, hingga melihat langsung cara kerja Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah.“Awal mula menyosialisasikan Posdaya ini sangat sulit. Untuk rapat warga saja, kami sampai harus mengumumkan di Majlis-majlis Taklim, memakai pengeras suara Musholla, bahkan kami jemput warga langsung ke rumahnya.

 

Namun Alhamdulillah, berkat niat tulus dari para pengurus untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, akhirnya semua itu bisa kita lalui, dan kini semua warga kami sudah merasakan manfaat dari Posdaya,”  kata pengurus Posdaya Iim Nurhakim.Banyaknya kegiatan di Posdaya, lanjut Iim, mampu mengurangi jumlah keluarga miskin (Gakin). “Sebelum ada Posdaya yang berdiri tahun 2007 silam, jumlah Gakin tercatat sebanyak 122 Kepala Keluarga (KK). Namun seiring program pemberdayaan yang dilakukan Posdaya, jumlah Gakin kini tinggal 65 KK,” kata Iim.Paparan Iim ini menjawab sejumlah pertanyaan dari peserta OST yang bertanya bagaimana awal mula mendirikan Posdaya. Salah satunya datang dari Kamli, seorang Kepala Desa di Kabupaten Bengkayang, yang mengaku tertarik dengan Posdaya.Di akhir kegiatan, nampak peserta OST yang memborong ragam produk Posdaya khas Bogor, seperti Dodol Talas, Abon Lele, dan Bandrek.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top