MOBIL MEWAH pakai premium disoroti Hatta

JAKARTA: Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan ada peluang orang kaya yang menggunakan mobil mewah beralih dari memakai Pertamax menjadi Premium karena disparitas harga yang terlalu jauh.Dia mengkhawatirkan jika tren itu terus dibiarkan akan menambah
- Bisnis.com 03 April 2012  |  15:47 WIB

JAKARTA: Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan ada peluang orang kaya yang menggunakan mobil mewah beralih dari memakai Pertamax menjadi Premium karena disparitas harga yang terlalu jauh.Dia mengkhawatirkan jika tren itu terus dibiarkan akan menambah konsumsi BBM bersubsidi 7 juta-10 juta kilo liter dari alokasi yang sudah ada 40 juta kiloliter."Ada peluang itu. Kalau dari UU mereka memiliki hak untuk menggunakan itu. Kita sudah mencoba BBM dinaikkan agar tidak ada migrasi," ujarnya di Istana Presiden, Selasa, 3 April 2012.Dia mengungkapkan sudah membaca di sejumlah media cetak adanya mobil mewah menggunakan premium.Terkait dengan hal itu, dirinya menyayangkannya karena jatah subsidi BBM itu sangat terbatas yang hanya diperuntukan bagi masyarakat bawah."Sedih sekali kami karena subsidi ratusan triliun rupiah digunakan oleh masyarakat yang sebenarnya mampu dan tidak perlu disubsidi."Menurut dia, pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melarang orang kaya untuk membeli premium dan tidak bisa pula menaikan harga premium untuk menghilangkan disparitas harga karena sudah diputuskan parlemen.Dia menambahkan yang bisa dilakukan pemerintah hanya sebatas imbauan agar pengguna Pertamax tidak beralih pada Premium."Kasihan masyarakat bawah yang uang APBN tersedot luar biasa untuk premium yang diambil orang kaya," katanya.Hatta memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi bisa bertambah 7 juta hingga 10 juta kilo liter jika tren itu dibiarkan terus terjadi.Hal itu, ungkapnya, akan berdampak buruk terhadap anggaran APBN 2012 yang sudah mematok alokasi subsidi sebanyak 40 juta kiloliter. (tw) 

 

 

>> BACA JUGA:

* KAPAN HARGA BBM NAIK?

* AMAZON saingi IPAD3

 

 

INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top