KASUS KORUPSI: Anggota DPRD Riau yang ditangkap berasal dari 5 partai

 
Giras Pasopati | 03 April 2012 23:23 WIB

 

JAKARTA: Tujuh orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait suap pembahasan peraturan daerah untuk persiapan PON berasal dari lima fraksi yang berbeda.

 

Berdasarkan sumber yang dihimpun Bisnis dua orang dengan inisial AA dan RS berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN). Seorang berinisial MFA berasal dari Golongan Karya (Golkar), kemudian TA berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

 

Adapun inisial TN berasal dari Partai Demokrat dan inisial MD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi Priharsa Nugraha menyatakan lokasi penangkapan pertama dilakukan di rumah MFA.

 

Di rumah politisi Golkar tersebut MFA ditangkap bersama tiga orang swasta dengan inisial BT SW dan D dan dua orang dari Dinas Pendidikan Olahraga (Dispora) dengan inisial RR dan ED.

 

Kemudian satu orang swasta dengan inisial RS ditangkap di bandara. Adapun anggota DPRD Riau lain ditangkap di kantor DPRD.

 

"Saat ini semuanya sedang dalam pemeriksaan di Mapolda [Markas Polisi Daerah]," tegasnya.

 

Priharsa menambahkan tim mulai berangkat beberapa hari lalu sejak mendapatkan informasi dari masyarakat. Tim terdiri dari sepuluh orang. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB sore hari ini.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada tangkap tangan tersebut, penyidik KPK menyita uang sebagai barang bukti senilai Rp800 juta hingga Rp900 juta. Uang tersebut diduga merupakan uang suap terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

 

Berdasarkan sumber sejumlah orang ditangkap terdiri dari tujuh orang DPRD, dua orang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), adapun sisanya berasal dari pihak Swasta. Hal ini terkait pembahasan peraturan daerah untuk persiapan PON.

 

Seperti diketahui Riau ditunjuk sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan PON  XVIII 2012. Dana pembangunan yang dihabiskan untuk penyelenggaraan pekan olahraga nasional tersebut mencapai Rp3,8 triliun. (ea)

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top