Harga Semen di Mataram Naik

MATARAM: Harga semen di Mataram terus naik antara 5%-10% per zak menyusul kelangkaan metrial bangunan itu di daerah ini.Sejumlah pemilik toko bahan bangunan di Mataram kepada Bisnis menjelaskan kelangkaan semen masih terus berlanjut, sehingga harga terdongkrak
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  17:20 WIB

MATARAM: Harga semen di Mataram terus naik antara 5%-10% per zak menyusul kelangkaan metrial bangunan itu di daerah ini.Sejumlah pemilik toko bahan bangunan di Mataram kepada Bisnis menjelaskan kelangkaan semen masih terus berlanjut, sehingga harga terdongkrak naik dan toko bangunan pun menerapkan sistem waiting list bagi pemesan semen.Mandri Aniyah misalnya, pemilik toko bangunan Karya Bangunan di kawasan Pagesangan ini mengatakan stok semen benar-benar kosong di tokonya sejak awal November hingga sekarang.“Sempat minggu lalu, ada pasokan dari agen, tapi tidak banyak. Pasokan itu langsung diantar ke rumah pemesan, karena memang saya menerapkan waiting list atau daftar tunggu bagi pemesan,” kata Mandri, Senin.Dia mengatakan semen yang paling banyak diminati masyarakat bermerek Tiga Roda. Kalau dulu saat pasokan normal, biasa dijual Rp55.000 per zak, sekarang bisa dijual minimal dengan harga Rp59.000 per zak.“Harga semen segitu, masih banyak peminat. Begitu ada pasokan dari agen, saya tinggal kirim ke pemesan, tidak sampai nginap di toko. Jadi kalau ada pembeli mencari, tidak bisa langsung dapat, harus daftar dulu,” lanjutnya.Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) HL Imam Maliki membenarkan terjadinya kelangkaan semen itu.

 

Padahal diakuinya sejak tanggal 29 November lalu, lima distributor semen (Tiga Roda, Tonasa, Gresik, Holcin dan Bosowa) sudah melakukan bongkar muat sebanyak 15,5 ton semen.“Jumlah 15,5 ton itu sebenarnya cukup untuk untuk persediaan sampai tanggal 12 Desember, karena kebutuhan semen per bulan diNusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 32.000 ton,” ujarnya kepada Bisnis.Lebih jauh Maliki menjelaskan permintaan semen di NTB periode Januari-November 2011 sebanyak 468.429 ton. Terjadi peningkatan 60,65% dibanding tahun sebelumnya, karena permintaan pasar pada 2010 sebesar 291.577 ton.   Peningkatan permintaan semen, ujarnya, karena pada tahun 2011 ada beberapa proyek besar di NTB sehingga membutuhkan banyak pasokan semen. Seperti, proyek pengerjaan by pass Bandara Internasional Lombok (BIL), Dam Pandan Dure, PLTU Jeranjang dan Islamic Centre.Keberadaan proyek ini, mengakibatkan tingginya permintaan semen di NTB, sementara di lain pihak, para distributor menemukan beberapa kendala untuk merespon permintaan pasar.“Kendala yang diungkap distributor semen karena minimnya tempat sandar kapal. Selain itu juga disebabkan aturan di pelabuhan, yang lebih mendahulukan bongkar muat untuk kebutuhan makanan pokok dan pupuk,” katanya. (K3/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top