Proyek kawasan terpadu industri kayu terkatung-katung

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  11:58 WIB

 

SURABAYA: Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi segera memberikan penjelasan rinci rencana pembangunan kawasan terpadu pengolahan kayu di Pelabuhan Mayangan Probolinggo.
 
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Anna Lutfie mengatakan segera memanggil instansi yang menangani rencana pembangunan kawasan terpadu pengolahan kayu itu.
 
“Dalam waktu dekat dinas terkait akan segera dipanggil. Ini karena sejak awal rencana itu kawasan terpadu pengolahan kayu sepertinya selalu mengalami perubahan," kata Lutfie kepada Bisnis seusai penutupan Forum Temu Karang Taruna se-Jatim di Surabaya, tadi malam.
 
Lutfie menegaskan pihaknya telah mempelajari terkait keberadaan kawasan terpadu pengolahan kayu atau yang awalnya disebut terminal kayu itu.
 
“Sepengatahuan Komisi B, rencana awal disebut Terminal Kayu yang akan  dijadikan sebagai lokasi buffer stok kayu bagi industri pengolahan kayu di Jatim pada 2005. Lokasi awal terminal kayu di Gresik yang akan dibangun dengan dana APBD Jatim,” kata Lutfie yang kini juga menjabat Ketua Karang Taruna Jatim itu.
 
Kemudian, kata dia, terminal kayu tidak jadi dibangun di Gresik dan berpindah ke Kabupaten Tuban dan akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN.
 
Semua lokasi terminal kayu itu, tegas Lutfie, juga telah melalui proses studi kelayakan yang tentunya juga menyerap dana pemerintah.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Jatim Budi Setiawan mengatakan Jatim segera merealisasikan pembangunan kawasan terpadu pengolahan kayu di Probolinggo di lahan seluas 15 ha di Mayangan Probolinggo guna meningkatkan kinerja industri perkayuan. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top