Wajib belajar berdampak pada ketahanan anak

JAKARTA: Kebijakan wajib belajar 9 tahun berdampak pula dalam hal ketahanan seorang anak dalam melanjutkan hidupnya."Anak yang dapat pendidikan 9 tahun, wajib menyelesaikan sekolah tingkat SD dan SMP bisa bertahan untuk melanjutkan pendidikan. Ini
nurul
nurul - Bisnis.com 22 September 2011  |  15:44 WIB

JAKARTA: Kebijakan wajib belajar 9 tahun berdampak pula dalam hal ketahanan seorang anak dalam melanjutkan hidupnya."Anak yang dapat pendidikan 9 tahun, wajib menyelesaikan sekolah tingkat SD dan SMP bisa bertahan untuk melanjutkan pendidikan. Ini merupakan hasil studi UNESCO," kata Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan di Kemendiknas, hari ini.Berbicara ketika memberikan sambutan pada acara Sekolah Sehat Sosro, Fasli mengatakan sekarang ini jumlah siswa SD ada 31 juta."Karena kita bertumpu pada semua anak Indonesia harus menyelesaikan pendidikan wajar sembilan tahun maka kita harus memastikan mereka untuk menyelesaikan wajar yang bermutu," ungkap Fasli.Presdir PT Sinar Sosro Joseph S Sosrodjojo mengatakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada peserta didik dan pengelola pendidikan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sangat penting."Kami berharap lewat program ini akan tercapai kualitas SDM Indonesia yang lebih baik sebab banyaknya anak sekolah yang putus sekolah umumnya kurang gizi maka mereka kurang konsentrasi."Sejauh ini, PT Sinar Sosro, salah satu perusahaan penghasil sejumlah produk minuman, telah mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah yang terus digalakkan oleh pemerintah dengan membangun kantin di sekolah dasar yang menyediakan makanan sehat.Fasli menambahkan siswa yang kurang gizi sering tertinggal sekolah, maka baru 1-2 tahun putus sekolah. "Bahayanya jika mereka putus sekolah di kelas 4 SD bisa buta huruf," tandasnya.Roy Sparinga Deputi Pengawasan Makanan Berbahaya, BPOM, mengatakan program Sekolah Sehat ini sangat penting. "Pangan sekolah sangat strategis. Masalahnya asupan yang dikonsumsi anak-anak Indonesia umumnya tidak memenuhi syarat sehat."Hasil survei menunjukkan dalam 4 hari/minggu hampir 99% murid mengonsumsi pangan yang tidak memenuhi syarat. "Cemaran mikroba dari makanan jajanan yang tidak sehat harusnya menjadi perhatian semua pihak," ungkap Roy.Pihaknya sudah mengantongi MoU dan ada 453 kantin sekolah sehat. kami ingin meningkatkan lagi jumlah kantin sehat BPOM berupaya bersama pemangku kepentingan lainnya ingin melakukan gerakan nasional yang dikawal oleh Wapres. Gerakan menuju pangan sekolah yang mutu dan gizi. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top