Ekspor beras dialihkan ke Papua Nugini

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l.  Sulsel incar regional champion, Makassar Mall akan dipugar total, Perusahaan daerah mulai mengekspor rumput Laut, 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  09:43 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l.  Sulsel incar regional champion, Makassar Mall akan dipugar total, Perusahaan daerah mulai mengekspor rumput Laut,  Ekspor beras akan dilalihkan ke Papua Nugini, REI siap Bangun 10 .000 rumah, Korea incar pengolahan bijih nikel di Jeneponto.Sulsel incar regional champion: Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan tujuh provinsi lainnya bersaing ketat menjadi provinsi terbaik di bidang investasi atau regional champion 2011. Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Sukarniaty Kondolele optimistis masuk dalam daftar tujuh provinsi terbaik nasional di bidang investasi atau regional champion. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Makassar Mall akan dipugar total: Pemkot Makassar akan memugar total Makassar Mall, pasar paling besar di Makassar, Sulsel, menyusul kajian tim ahli Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan berdasarkan hasil penelitian tim teknis dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Mal yang merupakan pengembangan dari Pasar Sentral harus dibongkar total. “Mereka tim ahli, dan hasil penelitiannya independen tidak ada campur tangan dari pihak manapun,” ujarnya kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Perusahaan daerah mulai mengekspor rumput laut: Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan mengapalkan tujuh container rumput laut (seaweed) dengan volume sebesar 140 ton hingga 210 ton ke Jepang dan Cina. “Ini langkah awal untuk membitktikan komitmen kami mendukung pemasaran rumput laut di dunia internasional,” kata Direktur Utama Perusda Haris Houdi kemarin. Pengiriman ini merupakan bagian dari rencana pengiriman 12 kontainer dengan volume 240-360 ton. Pengiriman ini masih melibatkan eksportir dari Jakarta. Keterlibatan eksportir itu, menurut Haris, karena ada jaminan pasar yang siap membeli produk Sulawesi Selatan tersebut. Perusahaan Daerah belum mengantongi izin ekspor bahan dasar pembuat makanan dan kosmetik tersebut. Namun perdagangan itu menggunakan jasa elektronik pasar (e-pasar). (Sumber: Tempo Makassar)Ekspor beras akan dialihkan ke Papua Nugini: Dinas Pertanian Sulawesi Selatan akan mempersiapkan ekspor beras ke Papua Nugini. Ini dilakukan menyusul batalnya rencana ekspor ke Korea Selatan yang sebenarnya telah direncanakan sejak Juli lalu. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulawesi Selatan Andi Muhammad Aris mengatakan Papua Nugini telah mengirimkan permintaan ke Sulawesi Selatan. “Dari segi stok kita siap, namun sekarang masih dalam tahap penjajakan,” ujarnya kemarin. Menurut Aris, yang melakukan penjajakan untuk melihat peluang eskpor ke Papua Nugini adalah Kamar Dagangan dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan. (Sumber: Tempo Makassar)REI siap bangun 10.000 rumah: Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang mengatakan, Pemprov Sulsel akan mempercepat infrastruktur Kota Baru Mamminasata. Program tersebut untuk memacu pembangunan kawasan yang ramah lingkungan mengejar backlog (kekurangan pasokan) rumah di Sulsel. Mamminasata sebut Agus, meliputi Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. “Kami minta, pengembangan melalui REI Sulsel segera merealisasikan pembangunan kurang lebih 10.000 rumah di lahan seluas 3.000 hektare yang disiapkan di kawasan tersebut,” tutur Agus usai membuka Musda REI Sulsel di Hotel Grand Clarion, Selasa 20 September. (Sumber: Fajar)Korea incar pengolahan bijih nikel di Jeneponto: Pengusaha asal Korea mulai melirik Kabupaten Jeneponto, sebagai tempat mendirikan pengolahan bijih nikel. Lokasi yang diincar adalah Desa Mallasoro dan Punagaya, Kecamatan Bangkala. Bupati Jeneponto, Radjamilo, kemarin, mengatakan salah  satu pengusaha asal Korea telah menyatakan kesediaannya untuk membangun pabrik bijih nikel di Jeneponto. “Jeneponto dipilih karena aka nada pembangkit listrik,” ujar Radjamilo di sela-sela penarikan undian Simpedes BRI Jeneponto, Selasa 20 September. (Sumber: Fajar) (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Nur Rahmah

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top