Anak usia SD rentan kekurangan mineral

 
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 19 September 2011  |  15:10 WIB

 

JAKARTA: Hasil penelitian Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terhadap 661 anak di lima sekolah dasar negeri di Jakarta Timur menunjukkan 85% anak kekurangan zat besi.
 
Asupan zat gizi anak tersebut kurang dari 80% dari rekomendasi asupan harian, sementara 98,6% anak diketahui mendapatkan asupan zat seng kurang dari 80% dari rekomendasi asupan harian.
 
Tenaga ahli dari PDGMI Jaya Saptawati Bardosono menyatakan pada usia pertumbuhan antara 6 hingga 12 tahun, anak harus dibiasakan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang karena kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan fisik anak akan terhambat, daya tahan tubuh lemah dan kemampuan otak lemah. 
 
"Kondisi ini butuh segera ditanggulangi karena zat besi dan zink merupakan nutrisi penting bagi pertumbuhan otak dan fisik anak,” lanjutnya hari ini.
 
Zat besi dibutuhkan anak untuk pembentukan sel darah merah yang membantu mengikat oksigen ke otak dan membantu memproduksi energi dalam tubuh. Zat besi juga membantu proses metabolisme energi dalam tubuh. 
 
Untuk memenuhi kebutuhan mineral anak, Danone Dairy Indonesia hari ini meluncurkan produk terbaru Milkuat Botol Tiger yang dilengkapi dengan zat besi dan zink sebagai solusi membantu usaha mengatasi kekurangan zat besi dan zink yang dialami banyak anak Indonesia. 
 
“Visi Milkuat adalah untuk menyediakan nutrisi yang terjangkau bagi seluruh anak Indonesia. Setiap harinya kami berambisi untuk terus meningkatkan profil nutrisi produk-produk kami dan menyediakan mikronutrien utama yang dibutuhkan oleh anak-anak dalam asupan makanan sehari-hari," kata Olivier Pierredon, President Director, PT Danone Dairy Indonesia. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top