Pinjaman luar negeri alutsista capai US$6,5 juta

JAKARTA: Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan Tentara Nasional Indonesia membutuhkan sekitar US$6,5 juta pendanaan dari pinjaman luar negeri berupa kredit ekspor, untuk membeli alat utama sistem persenjataan  selama periode 2010-2014. Agus
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 19 September 2011  |  11:49 WIB

JAKARTA: Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan Tentara Nasional Indonesia membutuhkan sekitar US$6,5 juta pendanaan dari pinjaman luar negeri berupa kredit ekspor, untuk membeli alat utama sistem persenjataan  selama periode 2010-2014. Agus mengatakan  dalam rapat terbatas mengenai alutsista yang akan dipimpim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siang ini,  akan membahas peralatan mana saja yang pengadaannya  dilakukan dengan cara kredit ekspor tersebut. ”Tergantung dari mana peralatan disetujui, baru akan dihitung. Sementara ini kalau tak salah , kemarin memang  US$6,5 juta, tapi itu belum pasti,baru  siang ini [dirapatkan],”  kata Agus menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini. Panglima TNI mengatakan pemerintah akan berupaya melakukan pengurangan pembiayaan dari kredit ekspor untuk  alutsista, dan diarahkan pengadaannya ke industri dalam negeri. Menurutnya, kalaupun dilakukan  kredit ekspor, hanya untuk alutsista yang belum bisa diproduksi di dalam negeri, seperti helikopter AKS, F-16, dan Sukhoi. Sementara untuk suku cadangnya  ada  yang sudah bisa diadakan dari dalam negeri, tergantung lisensi yang diberikan pabrik pembuatnya. ”Kredit ekspor tentunya apa-apa  yang belum bisa dirpoduksi di dalam negeri,” kata Agus. Agus mengatakan saat ini semua angkatan di TNI membutuhkan modernisasi peralatan, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut dan angkatan lainnya.Sementara untuk pengadaan kapal, ujarnya, pemerintah . cenderung mendorong produksi bersama. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top