Dana renovasi ruang kelas segera dikucurkan

JAKARTA: Pemerintah bulan ini akan mengucurkan dana Rp20,3 triliun secara bertahap untuk merenovasi dan merehabilitasi ruang kelas dan meubel tingkat SD dan SMP yang rusak berat di sejumlah provinsi.Mendiknas M. Nuh mengatakan total ruang kelas yang
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 13 September 2011  |  17:39 WIB

JAKARTA: Pemerintah bulan ini akan mengucurkan dana Rp20,3 triliun secara bertahap untuk merenovasi dan merehabilitasi ruang kelas dan meubel tingkat SD dan SMP yang rusak berat di sejumlah provinsi.Mendiknas M. Nuh mengatakan total ruang kelas yang rusak berat saat ini sebanyak 153.026 unit. Terdiri atas SD sebanyak 110.598 ruang, dan SMP sebanyak 42.428 kelas."Untuk dana renovasi dan rehabilitasi ruang kelas dananya Rp17,5 triliun, dan untuk penggantian meubel sebanyak Rp2,8 triliun. Jadi total anggarannya Rp20,3 triliun," ujarnya hari ini seusai Rakor bersama dengan kementerian lainnya yang dipimpin oleh Kemenko Kesra Agung Laksono di kantor Kemenbudpar.Nuh menuturkan anggaran perbaikan ruang kelas tersebut secara bertahap akan diturunan mulai September ini. Pada tahun ini akan diperbaiki 21.500 ruang, dan sisanya tahun depan. "Kami harapkan sebelum 2014 semua permasalahan ruang kelas yang rusak berat sudah bisa diatasi, dan selesai," ujarnya.Menurut dia, ruang kelas yang rusak berat tersebut dari segi kuantitas, paling banyak terdapat di Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara dari segi persentase lebih banyak di NTT.Semua dana perbaikan ruang kelas tersebut disiapkan dan dianggarkan oleh pusat. "Sebab, kalau menunggu perbaikan dari Pemda Kabupaten/Kota tidak selesai-selesai, karena daerah keterbatasan SDM dan dana," tambahnya.Nuh menambahkan perbaikan sekolah itu juga akan memberi peluang kerja bagi masyarakat sekitar sekolah tersebut. "Coba hitung berapa banyak orang bisa bekerja, bila satu ruang kelas dikerjakan oleh 3-5 orang. Bisa ratusan ribu orang yang akan bekerja," ujarnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top