Stock split Intraco Penta bulan depan

JAKARTA: PT Intraco Penta Tbk akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) perseroan pada awal bulan depan, dengan rasio 1:5 atau menjadi Rp50 dari sebelumnya Rp250.Presiden Direktur Intraco Penta Petrus Halim mengatakan keputusan tersebut
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  12:22 WIB

JAKARTA: PT Intraco Penta Tbk akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) perseroan pada awal bulan depan, dengan rasio 1:5 atau menjadi Rp50 dari sebelumnya Rp250.Presiden Direktur Intraco Penta Petrus Halim mengatakan keputusan tersebut diambil perseroan untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan yang ditransaksikan dengan kode INTA tersebut."Dengan adanya stock split, kami berharap akan dapat meningkatkan likuiditas saham INTA di pasar modal, sehingga menambah investor base pemegang saham publik INTA," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers hari ini.Petrus menambahkan hingga akhir Mei 2011, emiten alat berat itu mencatatkan penignkatan penjualan yang signifikan. Peningkatan kinerja tersebut, tuturnya, ditunjukkan oleh posisi penjualan alat berat yang telah mencapai hampir 70% total target tahun ini."Peningkatan penjualan signifikan tersebut didukung oleh lonjakan dari sisi penjualan alat berat, order on hand alat berat selama periode Januari-Mei 2011 mencapai lebih dari 897 unit atau hampir 70% dari total target penjualan 2011 yaitu 1.293 unit," paparnya.Petrus menambahkan dengan kondisi pasar dan industri yang mendukung, pihaknya optimistis pendapatan perseroan pada tahun ini akan melampaui target sebesar Rp3 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp156 miliar.Selain menjadi agen alat berat buatan Eropa seperti Volvo, Bobcat, dan SDLG, baru-baru ini perseroan juga mulai menggandeng produk truk dari Cina, Sinotruk. Direktur Penjualan Intraco Penta Willy Rumondor mengatakan melalui produk tersebut, perseroan menawarkan solusi dalam industri transportasi dan logistik yang dapat pula digunakan untuk mendukung industri lain seperti pertambangan dan agrobisnis. "Selain merek-merek premium yang selama ini kami pasarkan, kami juga akan mendorong penjualan Sinotruk. Hal ini dimaksudkan untuk terus mendorong pertumbuhan INTA melalui penjualan alat berat," ungkapnya. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top