Keluhan publik pada Polri menurun

JAKARTA: Mabes Polri menyatakan keluhan publik kepada Polri hingga akhir tahun menurun 20% dibandingkan dengan tahun lalu. "Saya sudah melakukan analisa, public complain tahun ini menurun," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Ito Sumardi hari ini.Untuk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2010  |  12:39 WIB

JAKARTA: Mabes Polri menyatakan keluhan publik kepada Polri hingga akhir tahun menurun 20% dibandingkan dengan tahun lalu. "Saya sudah melakukan analisa, public complain tahun ini menurun," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Ito Sumardi hari ini.Untuk itu, lanjutnya, survei yang dilakukan beberapa pihak terkait dengan menurunnya kepercayaan publik kepada Polri bisa dijadikan bahan masukan kendati keluhan masyarakat tentang prilaku anggota Polri yang masuk mengalami penurunan.Dia mengatakan survei tersebut bisa saja dilakukan dengan respondennya orang yang memiliki masalah dengan Polri sehingga tidak salah jika ada hasil 100% publik tidak percaya pada Polri.Jenderal bintang tiga itu mengatakan saat ini Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo terus mendorong peningkatan kinerja Polri. "Pak Kapolri serius sekali memacu kami untuk menjalankan program yang dikemukakan Kapolri beberapa waktu lalu," tegasnya.Dia mencontohkan beberapa keberhasilan Polri dalam melakukan pengamanan seperti pengamanan kericuhan pembelian tiket di loket Stadion Glora Bung Karno kemarin. Kericuhan berhasil diredam Polri.Beberapa lembaga menyebutkan Polri selama 2010 merupakan lembaga paling buruk kinerjanya ketimbang KPK dan Kejaksaan Agung. Survei KPK dengan responden 12.616 pada pertengahan tahun ini menyebutkan layanan Surat Izin Mengemudi dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian mendapatkan di bawah 5,0 atau merah. Lembaga Survei Indonesia juga menempatkan Polri di bawah KPK dan Kejagung dengan nilai min 18 dan Transparency International Indonesia menemukan dari 9.237 responden sebesar 31% pebisnis di daerah mengeluhkan pelayanan Polri. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top