Tol Medan-Kualanamu segera dilelang

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan melelang proyek tol Medan Kualanamu tahun depan dengan skema pembiayaan sebesar 55% dibiayai oleh swasta dan 45% sisanya oleh pemerintah. Diperkirakan lelang dapat dilaksanakan pada kuartal II/2011.Kepala
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  10:10 WIB

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan melelang proyek tol Medan Kualanamu tahun depan dengan skema pembiayaan sebesar 55% dibiayai oleh swasta dan 45% sisanya oleh pemerintah. Diperkirakan lelang dapat dilaksanakan pada kuartal II/2011.Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan saat ini proses pelelangan sedang dalam proses menunggu jaminan dari PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) yang akan memberikan jaminan pada proyek senilai Rp4,39 triliun tersebut.Dia mengatakan jaminan tersebut merupakan jaminan berupa cash seperti asuransi yang akan menjamin pembiayaan proyek jika sewaktu-waktu terjadi keterlambatan pembayaran. "Saat ini kita masih tunggu jaminan dari PII sebelum lelang tahun depan, dan kemungkinan besar ruas tol ini yang akan satu-satunya menjadi proyek tol yang akan dilelang tahun 2011," ujar Gani di Jakarta akhir pekan kemarin.Dia menjelaskan adapun pembagian pelaksanaan proyek ruas tol itu yakni pemerintah akan melaksanakan bagian ruas tol dari Medan-Lubuk Pakam-Kualanamu, sedangkan dari Kualanamu hingga Tebing Tinggi akan digarap oleh investor swasta pemenang lelang nantinya. Sedangkan pembagian prosentase biaya yang akan dibebankan yakni diperkirakan untuk swasta sekitar Rp2,6 triliun, dan pemerintah Rp1,75 triliun sisanya.Dengan pelaksanaan lelang tersebut diharapkan pelaksanaan fisik tol bisa dimulai paling lambat akhir 2011, sehingga bisa difungsionalkan secepatnya. Diharapkannya, fungsional jalan tol tersebut bisa bersamaan dengan difungsionalkannya bandara Medan Kualanamu yakni ditargetkan rampung 2012 karena tol tersebut merupakan akses pendukung infrastruktur dari bandara internasional tersebut. Sementara itu, sebelumnya Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan proyel tol Medan Kualanamu merupakan proyek yang masuk dalam kerja sama ke-PU-an antara Indonesia China.Pemerintah China sendiri, mengharapkan agar proyek tol Kualanamu Medan dan tiga proyek lainnya yang dikerjasamakan dengan China segera digarap dikerjasamakan dengan swasta dan dirampungkan secepatnya. Adapun empat proyek infrastruktur kerjasama Indonesia-China itu yakni pembangunan Jembatan Musi III, Jembatan Tayan, Jembatan Kendari, Jalan Tol Medan-Kualanamu, dan Jalan Tol Coleunyi-Sumedang-Dawuan.Jika proyek tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar, Pemerintah China bersedia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam proyek-proyek infrastrktur lainnya.Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu merupakan proyek tol sepanjang kurang lebih 60 kilometer yang akan melalui rute Medan-Lubuk Pakam-Kualanamu hingga Tebing Tinggi. Proyek tersebut, merupakan salah satu proyek prioritas yang diserahkan pelaksanannya pada Kementrian Pekerjaan Umum dengan lokasi di Sumatera Utara.Pembangunan tol tersebut sempat ditender namun tidak diminati investor sehingga tertunda dalam beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, pemerintah melaksanakan evaluasi kelayakan proyek dengan dukungan pemerintah, sehingga diperoleh hasilnya jika pemerintah akan memberikan bantuan berupa proses Penawaran Pengadaan Tanah dan Bantuan Konstruksi dari Pemerintah Pusat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top