IPO Minna Padi terganjal proses pemeriksaan

JAKARTA: Proses penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) PT Minna Padi Investama terganjal pemeriksaan lima perusahaan efek terafiliasi yang diduga membeli saham PT Krakatau Steel Tbk.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Desember 2010  |  12:36 WIB

JAKARTA: Proses penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) PT Minna Padi Investama terganjal pemeriksaan lima perusahaan efek terafiliasi yang diduga membeli saham PT Krakatau Steel Tbk.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) A. Fuad Rahmany mengatakan proses IPO Minna Padi tidak dapat dilanjutkan hingga ada penjelasan dari proses pemeriksaan yang saat ini masih dilakukan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan.Saat ini dihentikan dulu. Tunggu sampai selesai. Saat ini pemeriksaan sudah ditangani Pak Sardjito (Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan). Nanti kalau sudah selesai baru akan ada penjelasan. Memang para pemeriksa dilarang berbicara, tuturnya, di gedung Bapepam-LK, hari ini. Fuad mengatakan hasil penyelesaian pemeriksaan ini akan menentukan keberhasilan proses IPO Minna Padi. Kalau nanti perusahaan kena sanksi ya sulit. Market belum tentu mau. Ada investor yang mau beli? Pasti khawatir dong karena sudah ada catatan, katanya.Sebelumnya, Bapepam-LK mengumumkan terdapat lima perusahaan efek terafiliasi yang diduga membeli saham Krakatau Steel. Otoritas pasar modal juga tidak berkenan menyebutkan nama-nama lima agen penjual tersebut. Selain Minna Padi, empat nama sekuritas lainnya adalah PT S Sekuritas, PT UKH Securities, PT BB Sekuritas, dan PT MA Sekuritas.Presiden Direktur Minna Padi Djoko Joelianto, yang dihubungi pada kesempatan terpisah, optimistis proses IPO tetap dapat digelar pada semester I/2011 dan diminati oleh investor.Minna padi menargetkan perolehan dana IPO dapat mencapai Rp120 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang investasi tersebut akan menggunakan dana hasil IPO untuk meningkatkan modal perusahaan, terutama meningkatkan transaksi perusahaan sebesar 30%-50%. Transaksi perdagangan saham perseroan saat ini sebesar Rp8 triliun-Rp10 triliun.Djoko mengatakan pihaknya tidak melakukan transaksi pembelian saham IPO Krakatau Steel.Minna Padi mendapatkan penjatahan pasti sebesar 196.000 saham yang telah dibagi kepada 59 klien. Masing-masing klien menerima 1 lot hingga 60 lot tergantung dari besaran order. Ini hanya kesalahan administrasi. Pembagian saham berdasarkan persentase order yang diterima dari klien dan tidak ada yang menjadi portofolio Minna Padi. Semua hanya untuk klien saja, tegas Djoko.A(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top