Anggaran belanja modal Budi Acid 2011 capai Rp205 miliar

JAKARTA: PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI), mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp205 miliar untuk pembangunan pabrik baru dan kegiatan rutin perseroan pada 2011.
Teguh Purwanto | 22 Desember 2010 07:19 WIB

JAKARTA: PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI), mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp205 miliar untuk pembangunan pabrik baru dan kegiatan rutin perseroan pada 2011.

Direktur Utama Budi Acid Jaya Santoso Winata mengatakan dana capex tersebut sebanyak 65% akan diperoleh dari pinjaman perbankan dan 35% dari kas internal perseroan.

Dia menjelaskan sebanyak Rp85 miliar akan digunakan untuk pembangunan pabrik glukosa baru di Solo, serta Rp50 miliar akan diinvestasikan untuk pembuatan pabrik tapioka di Madiun. Hingga saat ini, lanjutnya, perseroan memiliki 13 pabrik tapioka dan 3 pabrik glukosa. Sedangkan sisanya sekitar Rp68 miliar Rp70 miliar digunakan untuk kegiatan rutin perseroan.

Jadi capex itu untuk investasi pabrik di Madiun Rp50 miliar, pabrik glukosa Rp85 miliar, dan kegiatan rutin sekitar Rp68 miliar Rp70 miliar. Jadi totalnya sekitar Rp200-an miliar, ujarnya hari ini.

Adapun terkait pinjaman perbankan, Santoso mengatakan perseroan sudah melunasi utang kepada perbankan luar negeri sebesar US$4 juta dan sebesar Rp18 miliar untuk perbankan dalam negeri. Pada 23 Desember 2010 perseroan akan kembali melunasi Rp12 miliar lagi untuk pinjaman bank dalam negeri.

Kami punya utang US$14 juta kepada bank asing yang akan jatuh tempo 2 tahun lagi. Tahun ini kami sudah cicil sebesar US$4 juta. Nantinya akan kami cicil sebanyak US$3 juta- US$4 juta per tahunnya. Kalau untuk bank dalam negeri kami memiliki utang Rp30 miliar. Sudah dilunasi Rp18 miliar, dan 23 Desember 2010 kami akan lunasi lagi Rp12 miliar, jelasnya.

Dia mengatakan seluruh pelunasan utang itu akan menggunakan dana dari kas internal. Perseroan juga belum berencana untuk menerbitkan surat utang (obligasi) untuk refinancing. Semua utang akan menggunakan dana internal kami, karena itu sudah masuk dalam rencana cash flow kami, tutupnya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top