Sultan bertahan dengan sikap penetapan saat bertemu presiden

JAKARTA: Dalam pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan tetap bertahan dengan sikap penetapan Sri Sultan Yogayakarta sebagai gubernur dan Paku Alam sebagai wagub DI Yogakarta.
| 22 Desember 2010 07:17 WIB

JAKARTA: Dalam pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan tetap bertahan dengan sikap penetapan Sri Sultan Yogayakarta sebagai gubernur dan Paku Alam sebagai wagub DI Yogakarta.

Menurut dia, hal itu sudah disampaikan kepada Presiden sebagai aspirasi masyarakat di daerahnya."Ya kita memang bicara itu [status penetapan], tapi itu kan proses. Yang penting kita dibuka peluang dialog," katanya saat ditanya wartawan seusai acara peringatan Hari Ibu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, hari ini.

Dia mengungkapkan dialog untuk mendapatkan titik temu antara pemerintah pusat dengan Yogyakarta tidak mungkin tuntas dalam sekali dialog, tapi harus harus beberapai kali.

Dalam hal ini, lanjutnya, pembahasan dengan DPR merupakan salah satu bagian penting dari proses dialog untuk memutuskan apa yang akan diambil terhadap UUK DIY tersebut. Sultan mengakui bertemu dengan Kepala Negara di Wisma Negara kemarin malam untuk membahas soal RUUK DIY.

Hanya saja, dia enggan menyampaikan hasil pembicaraan dengan Kepala Negara tersebut dengan berkilah hanya melakukan dialog biasa dengan Presiden.

"Betul [ada pertemuan]. Jangan dong [tanya apa saja] kalau yang dibahas. Semua [RUUK DIY] kan lewat proses. Kan belum ada pembahasan di DPR. Proses itu kan masih panjang waktunya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sultan sempat bersalaman dengan Presiden Yudhoyono yang juga hadir dalam acara tersebut untuk menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka acara. Menurut Sultan, dirinya tidak mau membuka hasil pertemuan karena enggan mendahului dialog antara DPR dan pemerintah.

Sejauh ini, ungkapnya, suasana pro dan kontra soal RUU itu masih wajar sebagai bentuk ekspresi aspirasi politik warga Yogyakarta. "Yang penting bagaimana tidak melakukan tindakan tidak terpuji. Aspirasi masyarat kan biasa saja. Kapanpun aspirasi kan tetap ada."

Sore kemarin beredar rumor adanya pertemuan antara Sultan dan Presiden Yudhoyono di kediaman Puri Cikeas Indah, Bogor. Pertemuan antara kedua tokoh itu disebut-sebut difasilitasi oleh Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar.

Hanya saja sulit mendapatkan konfirmasi soal pertemuan politik itu hingga tengah malamnya. Tidak ada satupun orang di lingkaran Presiden maupun Aburizal yang bisa dikorek keterangannya. Telpon dan pesan singkat yang dikirimkan tidak berbalas. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top