Pemprov Jatim usulkan APBD 2011

SURABAYA: Berikut sejumlah berita yang menjadi sorotan media nasional yang mempunyai halaman sisipan di Jawa Timur pada 21 Desember 2010 a.l pembahasan APBD Surabaya dan permasalahan dana bagi hasil tambang gas bumi.APBD SURABAYA: Badan Perencanaan Pembangunan
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  03:28 WIB

SURABAYA: Berikut sejumlah berita yang menjadi sorotan media nasional yang mempunyai halaman sisipan di Jawa Timur pada 21 Desember 2010 a.l pembahasan APBD Surabaya dan permasalahan dana bagi hasil tambang gas bumi.APBD SURABAYA: Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya mengusulkan APBD 2011 sebesar Rp4,894 triliun. Pembahasan diharapkan tuntas sebelum 31 Desember 2010 atau 11 hari mendatang, meski sempat ada perbedaan pandangan dengan DPRD. Pemerintah berharap DPRD segera membahas APBD. Perbedaan muncul sejak pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS). DPRD ingin KUA-PPAS dilandasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini. (KOMPAS Jatim)MENANGGUNG RISIKO: Dana bagi hasil pertambangan minyak dan gas bumi tidak sebanding dengan risiko yang diterima daerah tempat eksploitasi. Meski demikian, daerah umumnya tidak tahu berapa sebenarnya hak mereka. Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jatim Dahlan mengatakan, tahun lalu Jatim hanya menerima dana bagi hasil (DBH) migas sebesar Rp34 miliar. Jumlah itu lebih kecil dari realisasi DBH migas 2008 sebesar Rp64 miliar. Sementara tahun ini diproyeksikan Rp84 miliar. Bahkan, sebagian daerah tidak tahu hak yang sebenarnya. Hal itu antara lain karena pusat dan kontraktor ekploitasi tidak transparan soal biaya produksi. (KOMPAS Jatim)PERDAGANGAN SAHAM: Menjelang penutupan 2010 perdagangan saham di Malang sepi menyusul sentimen regional dan profit taking. Sentimen regional yang diduga menjadi penyebab turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) adalah kasus China, sedangkan faktor dalam negeri terkait aksi profit taking investor besar. Dalam situasi seperti itu, investor lokal Malang jelas terpengaruh dan mereka menjadi lebih hati-hati dalam bertransaksi. (bisnis-jatim.com)PETANI TEBU: Sedikitnya 6.000 petani tebu dan buruh tani serta karyawan Pabrik Gula di Jawa Timur mengancam akan melakukan unjuk rasa menolak rencana pemerintah membebaskan pemasaran gula impor, pada Selasa, 21 Desember 2010. Aksi yang melibatkan massa besar itu dan dikoordinir Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia akan digelar di DPRD serta kantor Gubernur Jatim pada Selasa (21/12) besok. Ketua Umum APTRI Arum Sabil mengatakan pihaknya sendiri yang memotori unjuk rasa untuk menyalurkan aspirasi kalangan petani tebu dan karyawan pabrik gula (PG) terhdap rencana pemerintah yang akan membebaskan pemasaran gula rafinasi. (bisnis-jatim.com)PETANI RUGI: Anomali iklim sepanjang tahun ini mengakibatkan petani tebu merugi hingga setara Rp5,4 triliun, dan kondisi ini dikhawatirkan mengancam program swasembada gula 2014. Cuaca buruk ini mengakibatkan turunnya rendemen atau prosentase tebu menjadi gula, yang anjlok hingga tersisa hanya 4,5% sampai 5%, padahal tahun lalu bisa mencapai 8%. Menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wahid, produksi gula pada 2009 mencapai 2,8 juta ton dan tahun ini hanya 2,25 juta ton, atau kehilangan hampir 600.000 ton. Jika diasumsikan harga gula Rp9.000 per kg, maka nilai kerugian mencapai Rp5,4 triliun. (bisnis-jatim.com)PENDIDIKAN Rp1,4 TRILIUN: Pemerintah kota Surabaya dan seluruh anggota DPRD akhirnya resmi membahas APBD 2011 dengan jatah tertinggi biaya pendidikan senilai Rp1,4 triliun. Setelah lama mengalami tarik ulur, APBD snilai Rp4,2 trilun dibahas dengan total anggaran Bopda untuk sekolah negeri Rp208,7 miliar dengan total keseluruhan Rp400 miliar. (Jawa Pos) (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top