Asuransi diminta waspadai alam

JAKARTA: Industri asuransi nasional pada 2011 diimbau untuk mulai mewaspadai berbagai gejala alam yang belakangan dinilai cukup ekstrim, sehingga berpotensi terhadap tingginya klaim. Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan gejala
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 19 Desember 2010  |  09:50 WIB

JAKARTA: Industri asuransi nasional pada 2011 diimbau untuk mulai mewaspadai berbagai gejala alam yang belakangan dinilai cukup ekstrim, sehingga berpotensi terhadap tingginya klaim. Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan gejala alam seperti kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini seharusnya mulai menjadi perhatian khusus.Menurut dia, hal itu seperti terlihat dari cuaca di Indonesia belakangan yang menunjukkan kondisi musim yang tidak seharusnya terjadi, dan cenderung mengarah pada hujan sepanjang tahun.Kondisi cuaca tersebut ditengarai bakal berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, dan berpotensi menyebabkan tingginya klaim pada bisnis asuransi kesehatan.Kalau melihat dari berbagai indikator ekonomian makro, industri asuransi secara umum akan tetap tumbuh baik tahun depan. Yang harus diwaspadai adalah gejala alam yang ekstrim. Artinya, industri asuransi harus memiliki manajemen pengelolaan risiko terhadap gejala alam itu, ujarnya, akhir pekan lalu.Isa menuturkan gejala alam lain yang harus diperhatikan juga terkait dengan posisi geografis Indonesia yang terletak dalam cincin api pasifik, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap erupsi gunung berapi.Bahkan, berdasarkan penelitian sejumlah pakar (termasuk Maipark) menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia yang selama ini masuk dalam daftar zona gempa tidak berbahaya (I-III) seperti Jawa bagian utara, ke depan memiliki potensi terhadap gempa.Potensi erupsi gunung berapi dan gempa tersebut ke depan dinilai bakal berpengaruh terhadap kondisi pemukiman warga, dan berpotensi menyebabkan tingginya klaim pada bisnis asuransi properti/kebakaran."Mereka harus mulai memikirkan gejala alam yang sebelumnya tidak terpikirkan. Pengelolaan risiko tersebut menjadi penting, karena bisa saja daerah yang belum pernah kena gempa dan banyak proteksi asuransi, tiba-tiba terkena gempa dan dampaknya akan sangat besar," jelasnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top