Sekar Telkom minta Presiden batalkan merger

News Editor | 16 Desember 2010 07:33 WIB

JAKARTA: Ribuan karyawan Telkom dari seluruh Indonesia yang dikoordinatori Serikat Karyawan (Sekar) Telkom berunjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta dan meminta Presiden untuk membatalkan rencana merger Flexi dan Bakrie Telecom.

Wisnu Adhi Wuryanto, Ketua Umum DPP Sekar Telkom, mengatakan Sekar Telkom saat ini hanya bisa meminta Presiden SBY untuk mempertimbangkan kembali direksi dan komisaris Telkom yang pro penjualan aset negara ke pihak swasta dan ditengarai dalam waktu dekat berpindah ke asing.

Merger tersebut lebih banyak keburukannya daripada manfaatnya, baik ditinjau dari sisi finansial, aspek sosial, aspek manajemen risiko, dan terutama aspek eksistensi SDM, katanya hari ini.

Wisnu juga mengungkapkan bahwa Flexi adalah aset negara yang produktif dan strategis yang ada di BUMN. Produktif karena pendapatan yang bisa dihasilkan per tahun di atas Rp3 triliun, dan strategis karena layanan Flexi sudah eksis sampai pelosok Papua dan digunakan semua lapisan masyarakat.

Sekar Telkom juga menyatakan menolak seluruh direksi dan komisaris yang akan dipilih dalam RUPSLB besok jika pro terhadap aksi merger dan menjual Flexi ke pihak lain.

Dalam tanggapannya kepada Bisnis, Komisaris Utama PT Telkom Tbk Tanri Abeng mengungkapkan tidak ada soal pro dan non pro.

Semua aksi korporasi sudah melalui studi yang mendalam dan komprehensif. Mungkin kawan-kawan Sekar tidak menerima informasi yang lengkap, Bisnis tidak bisa memakai emosi, tetapi harus rasional komersil jangka panjang, katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top