Sekar Telkom gelar demo tolak merger Flexi-Esia

JAKARTA: Serikat Karyawan (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin gencar mendesak pembatalan merger Flexi-Esia, dan akan menggelar demonstrasi besar pada 16 Desember.
Amanda Kusumawardhani | 13 Desember 2010 05:29 WIB

JAKARTA: Serikat Karyawan (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin gencar mendesak pembatalan merger Flexi-Esia, dan akan menggelar demonstrasi besar pada 16 Desember.

Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wisnu Adhi Wuryanto mengatakan hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah terkait dengan desakan yang dilakukan oleh Sekar Telkom.

Penjualan Flexi merupakan penjualan aset negara. Sebaliknya, jika Telkom yang mengambil Esia, itu tidak masalah selama perhitungan bisnis memungkinkan, ujarnya hari ini.

Dalam hitungan Sekar Telkom, nilai buku Flexi saat ini mencapai Rp9 triliun, dan jumlah tersebut kemungkinan bisa mengalami kenaikan dengan mempertimbangkan variabel yang lain.

Rencana merger antara Flexi dan Esia sejauh ini masih menunggu selesainya suksesi di jajaran direksi Telkom.

Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng mengatakan sejauh ini ada dua opsi yang diajukan Telkom, yaitu menjadi mayoritas dalam konsolidasi dua perusahaan itu, atau menjadi minoritas dengan kompensasi dari Grup Bakrie.

Opsi itu diajukan lantaran aset Flexi dinilai lebih besar daripada Esia. Kendati demikian, Telkom kemungkinan memilih mendapatkan kompensasi dana dari Grup Bakrie dalam konsolidasi Flexi-Esia.

Untuk keputusan finalnya, kami masih melakukan pembicaraan antara Telkom dan Bakrie, ujar Tanri Abeng pekan lalu. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top