RI & Jepang garap infrastruktur Jabodetabek US$20 miliar

NUSA DUA, Bali: Indonesia dengan Jepang menargetkan implementasi proyek kerja sama pengembangan infrastruktur kawasan Jabodetabek di mulai pada 2013 senilai 2 triliun yen atau sekitar US$20 miliar.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  01:59 WIB

NUSA DUA, Bali: Indonesia dengan Jepang menargetkan implementasi proyek kerja sama pengembangan infrastruktur kawasan Jabodetabek di mulai pada 2013 senilai 2 triliun yen atau sekitar US$20 miliar.

Proyek itu bagian dari kesepahaman kerja sama proyek area prioritas metropolitan (Metropolitan Priority Area/MPA) yang nantinya juga melibatkan sejumlah kota, di antaranya Medan, Surabaya, dan Makassar.Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kedua negara segera membentuk tim pengarah dan tim teknis untuk mempersiapan implementasi proyek untuk Jabodetabek yang dimulai pada 2013.Hal itu diungkapkannya seusai menandatangan nota kesepahaman MPA antara dirinya selaku Menko Perekonomian dan Menlu Jepang Sieji Maihara di Nusa Dua, Bali, hari ini.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir menyaksikan penandatanganan MoU itu didampingi Dubes RI untuk Jepang M. Lutfi dan sejumlah anggota kabinet Indonesia Bersatu II, seperti Menperin MS Hidayat dan Menlu Marty Natalegawa.Hatta mengungkapkan sejumlah proyek yang digarap dalam kerangka kerja sama itu, yaitu Mass Rapid Transportation (MRT), pelabuhan laut dan udara baru, jalan tol, jaringan air bersih dan ketenagalistrikan di kawasan Jabodetabek.Hal itu, tuturnya, tujuannya untuk meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas kawasan itu sebagai zona ekonomi dan manufaktur utama di Indonesia."Proyek Jabodetabek ini ditargetkan untuk tahap pertama selesai 2020 dengan nilai mencapai 2 triliun yen atau sekitar US$20 miliar," katanya.Dia menjelaskan pola pengembangan MPA itu ditempuh dengan mengkombinasikan pola pembiayaan kerja sama swasta (PPP), investasi asing langsung (FDI), dan ODA.Sementara itu, Menlu Jepang mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk terlibat dan mendukung proyek tersebut.Dalam hal ini, tuturnya, pemerintah Jepang sudah sepakat mengembangkan proyek kereta api, air bersih, listrik dan pelabuhan."Kami akan menggunakan teknologi Jepang yang terbukti unggul selama ini untuk pengerjaan proyek tersebut," katanya.Selain itu, Hatta mengatakan dalam pembahasan di Jepang yang diikutinya beberapa waktu yang lalu bersama Wapres Boediono disiapkan pula proyek pengembangan infrastruktur untuk koridor ekonomi Sumatra dengan nilai mencapai US$52,9 miliar.Menurut dia, pengembangan infrastruktur koridor ekonomi Sumatra itu diperlukan untuk mempercepat pengembangan ekonomi pulau itu dan dibuat terintegrasi dengan infrastruktur ekonomi koridor Jawa.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top