Sektor konstruksi 2011 diprediksi tetap tumbuh

JAKARTA: Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) optimistis sektor konstruksi di Tanah Air bakal tumbuh signifikan mulai tahun depan dengan meningkatnya investasi pemerintah pada sektor infrastruktur, termasuk adanya peningkatan skema public private partnership
Zufrizal | 09 Desember 2010 09:57 WIB

JAKARTA: Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) optimistis sektor konstruksi di Tanah Air bakal tumbuh signifikan mulai tahun depan dengan meningkatnya investasi pemerintah pada sektor infrastruktur, termasuk adanya peningkatan skema public private partnership (PPP) dalam pembangunan infrastruktur.

Bidang yang diperkirakan memberikan kontribusi besar yakni infrastruktur seperti pembangunan jalan, dan pembangkit listrik, dan telekomunikasi.

Ketua AKI Sudarto memperkirakan selama tahun depan kontribusi sektor konstruksi akan naik menjadi maksimal 12,5% pada produk domestik bruto (PDB).

Asumsinya, jika dari investasi pemerintah untuk konstruksi tahun depan dialokasikan sekitar Rp200 triliun, maka kontribusi sektor swasta bisa lebih dari dua kali lipatnya.

Pertumbuhan itu, menurut dia, dapat tercapai jika pemerintah memberikan jaminan stabilitas ekonomi, politik, dan sosial.

"Selain itu pemerintah juga harus menjaga pengeluaran APBN di tiap-tiap kementerian jangan terlambat dan penyerapannya tercapai dengan baik," ujarnya, hari ini.

Menurut Sudarto, pengelolaan APBN yang baik akan menjadi pemicu yang positif untuk membangkitkan investasi pada sektor swasta yang cukup besar.

Jika dukungan tersebut diberikan maksimal, dia memprediksi sektor konstruksi akan menjadi sektor peringkat empat terbaik dari sembilan sektor penyumbang utama pada PDB nasional.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga diminta untuk memberikan jaminan tentang percepatan pembebasan lahan, dan juga pengurangan suku bunga kredit konstruksi yang saat ini masih tinggi.

"Saat ini bunganya masih 3% dan kami harap bisa diturunkan jadi 2% saja, karena tingginya suku bunga mengakibatkan kontraktor enggan mengajukan pinjaman ke bank, sehingga saat ini masih ada sekitar Rp400 triliun kredit konstruksi yang tidak terserap di perbankan," tambahnya. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top